jump to navigation

Mengganti Kanvas Rem di Mito Oktober 20, 2007

Posted by ilham in Biker, Sportbike, Tips.
trackback

Pada saat check up Mito saya di Cagiva Indonesia bulan lalu, saya diberitahu bahwa kondisi kanvas rem belakang sudah aus. Indikasinya adalah goresan pada cakram belakang yang terlihat kasar. Juga permukaan sedikit bergelombang. Berhubung stok di Cagiva sedang habis, saya diminta membeli sendiri di luar atau menelpon kembali untuk memastikan ada tidaknya barang beberapa hari lagi. Saya lalu teringat persediaan kanvas rem semacam itu sisa modifikasi.

Selang beberapa minggu, kondisi kanvas rem memang sudah habis. Terdengar ada decit logam saat pengereman. Bagi anda yang biasa menggunakan helm full face, kemungkinan besar suara itu tidak 41.jpgterdengar. Lebih baik meminta orang lain mendengarkan, misalnya dengan memboncengnya. Bisa juga dengan memasang standar paddock lalu memutar ban. Hingga kecepatan putaran tertentu, lakukan pengereman, dan suara tersebut akan muncul.

Bagi anda yang menggunakan rem belakang model yang dipakai Mito di gambar ini, bisa mencobanya di rumah. Berikut hal-hal yang saya lakukan dan bisa anda lakukan pula di rumah:

Posisi kaliper masih terpasang di tempat

  1. Buka as pengunci kanvas rem yang persis di ujung atas kaliper rem bersama-sama dengan per (batang) penahannya.
  2. Gunakan obeng untuk mengetok as pengunci dari sebelah dalam agar klip ring pengunci lepas, lalu tarik ujung yang sudah keluar dengan tang. Rupanya kaliper Brembo Mito menggunakan klip ring kecil yang terletak tengah as. Bagi pengguna kaliper Brembo Aprilia 125, anda tidak akan menemukan klip semacam di Mito ini. Aprilia menggunakan baut di ujung as pengunci.

Posisi kaliper terlepas dari tempat

  1. Lepaskan kaliper dari braketnya dengan terlebih dulu mencopot dua baut yang menghubungkan kaliper dan braket. Gunakan kuncil L yang cocok.
  2. Posisi kaliper bebas dari braket, anda kini bisa melepaskan kanvas rem. Perhatikan kondisinya. Sebagai catatan, kanvas rem di Mito saya kondisinya memang sudah habis. Sebelah kanvasnya malah sudah habis sama sekali.
  3. Saya segera menyiapkan kanvas rem yang ada, menyocokkan lagi ukuran dan bentuknya. Klop, cuma beda merek saja.
  4. Mumpung kaliper anda tercopot, bersihkan piston kaliper terlebih dahulu. Cuci atau semprot dengan penetran karat/kotoran WD/MD. Lakukan pengetesan kestabilan piston kaliper dengan mengocok tuas rem belakang. 22.jpgLakukan beberapa kali hingga anda yakin kaliper motor anda masih bagus.
  5. Kini dorong piston kiri dan kanan hingga hampir rata dengan dinding bagian dalam kaliper agar ruang untuk kanvas rem dan cakram lebih longgar. Umumnya kanvas rem baru sangat tebal, sehingga kiat ini berguna untuk melancarkan pemasangan nantinya.

Posisi kaliper terpasang kembali di tempat

  1. Pasang kaliper kembali di tempat. Dua baut kaliper terpasang ke braket, namun jangan dikencangkan agar pemasangan kanvas nantinya lebih mudah.
  2. 31.jpgKini masukkan kanvas rem seperti terlihat pada gambar. Letakkan pada posisi yang tepat dengan memperhatikan kelurusannya dengan lubang untuk as pengunci.
  3. Pasang per (batang) lalu masukkan as pengunci kaliper. Ketok as pengunci agar klip pada as melewati penahan yang ada di bagian dalam kaliper. Jika anda tidak dapat menarik as pengunci dengan tangan, itu artinya pengunci sudah aman.
  4. Kencangkan baut kaliper ke braketnya dan motor anda siap.


Tips:

  1. 1.jpgSiapkan beberapa alat berikut sebelum bekerja. Juga perhatikan beberapa parts dari rem belakang anda sebelum dan sesudah memasangnya. Kehilangan salah satu parts membuat anda harus mencari ganti yang belum tentu anda temukan dengan mudah.
  2. Jika merasa khawatir bahwa as pengunci bisa terlepas dengan sistem klip yang digunakan ini, anda bisa saja menggantinya dengan baut panjang seukuran as tadi.
  3. Kadang-kadang anda beruntung mendapatkan kanvas rem yang sangat tebal sehingga sulit memasangnya. Anda bisa mengikir/grinda agar lebih tipis. Namun untuk kanvas rem branded yang berharga ratusan ribu rupiah, sebaiknya jangan menipiskan permukaan kanvas. Tipiskan saja logam peyanggahnya. Meskipun memerlukan usaha dan waktu lebih lama, namun keuntungannya ketebalan kanvas tidak berkurang.
  4. Setelah memasang kanvas rem baru, lakukan pengetesan berulang-ulang. Pengetesan berguna untuk membiasakan anda dengan kondisi rem saat ini. Juga agar terjadi penyesuaian antara permukaan kanvas dan cakram. Untuk kasus Mito saya, kondisi permukaan cakram yang agak kasar/bergelombang membuat pengereman tidak mungkin langsung pakem. Butuh 1-2 hari hingga pengereman maksimal kembali.
  5. Kanvas rem OEM Mito/Aprilia bermerek Brembo. Di pasar anda bisa menebusnya dengan harga sekitar 350-500 ribu rupiah. (CMIIW). Anda juga bisa menggunakan parts alternatif yang lebih mudah diperoleh dipasaran seperti merek Daytona atau Ferodo.
  6. Anda dapat pula membuat sendiri kanvas rem model Brembo untuk Mito ini dengan memesan ke tukang kanvas rem. Jika punya cukup waktu, anda pun bisa mengumpulkan bahan, membuat desain, dan memesannya ke tukang bubut. Namun seperti biasa, wanti-wanti bagi anda yang tidak PD, serahkan saja ke ahlinya. Tugas kita cari duit, toh!!!

Selamat mencoba…

About these ads

Komentar»

1. asikbae - Oktober 20, 2007

disc rem mito dah lecet2 dong, sayang seribu sayaaaanng…..
btw boleh juga tipsnya…

2. rdayt - Oktober 20, 2007

yaaaaaaa…. nggak punya mito
punya cuma kebo biru buat bajak aspal

^_^

3. kautzar - Oktober 20, 2007

i’m new comer…. ok’s juga tips nya…

4. ilham - Oktober 20, 2007

@ 2. rdayt – Oktober 20, 2007
Sebenanya ga mesti punya Mito. Secara gw udah aplikasi kaliper model ini dari beberapa tahun lalu, jauh sebelum punya Mito. Bagi yg doyan modif kan biasanya aplikasi kaliper Brembo/model brembo. Nah tips ini berguna bagi yg menggunakan kaliper model semacam ini…

5. Dede Alpine - Oktober 20, 2007

wah hebat neehhhh…..

6. mbelgedez - Oktober 20, 2007

Mestinya Cagiva Jakarta selaku dealer ndak boleh keabisan stock. Kan itu Fast Moving Parts….

Sungguh dealer nyang aneh…..

7. INDOBIKERS - Oktober 20, 2007

@ Ilham …

Tanya kenapa … bro Afian Prihartono gimana neh …
oh iya kampas rem belakang mesti sering di cek kalo nggak kemakan lho

@ kalo kebetulan kampas di cagiva lagi “nehi” coba cari di ducati deh biasanya ada tuh …

8. koro - Oktober 20, 2007

bro ilham, trims tipsnya… ngga banyak lho orang yang ngerti bongkar pasang, trus bikin tulisannya…
berhubung saya ndak punya cagiva, saya mau coba buat motor yang lain…

9. glbabi - Oktober 20, 2007

wuaaddouuuhh… sayang bener. untuk discbrake sebaiknya jangan sekali2 sampai terdengar bunyi decit besi bergesek sebab saat itu artinya dudukan brakepad sudah bergesek dengan cakram. sayang cakramnya kalau sampai kegores. biasain saja cek kondisi brakepad seminggu sekali (kalau sering pakai motor), kalau ketebalan sudah tinggal 3mm an lebih baik sedia brakepad pengganti.

10. d3d3mit - Oktober 21, 2007

hore 10 besar…..
wah gue kagak punya nih

11. Nuvan™ - Oktober 22, 2007

Baru masuk kerja ini hari……
Jadi baru OL hari ini juga…..
Minal Aidin Wal Faidzin yaa…..

(All Topik)…

12. girifumi - Oktober 22, 2007

@ilham
gak ngerti maksudnya…

wakakakakakaakakakakk

13. bengkelsepedamotor - Oktober 22, 2007

Sumber dari MITO Workshop Manual PN.68543

Periksa kanvas rem setiap 3000 kilometer atau 1860 mile.

Ganti kanvas rem jika alur yang terdapat pada kanvas sudah tidak tampak, untuk rem depan dapat dilihat (diintip) kalau yang belakang harus dibuka.

Tebal Brake Disc minimum 0.13 inch.

Salam,
bengkelsepedamotor

14. ilham - Oktober 22, 2007

@ 9. glbabi – Oktober 20, 2007
Betul. Bisa dicek dengan cara dikeker/dintip dari celah belakang… Sebenarnya gw juga ga nyangka. Secepat itu. Pengereman gila2an?

15. ilham - Oktober 22, 2007

@ 13. bengkelsepedamotor – Oktober 22, 2007
tnx mas bro. Ditunggu juga sumbangan tulisannya :D

16. glbabi - Oktober 23, 2007

@ 14. ilham: lha awalnya waktu dipindah tangan apa masih tebel? kalau memang tebel dan masbro sendiri ndak terlalu banyak pakai rem belakang maka asumsi saya cakram sudah lumayan gores, karnanya brake pad mudah habis.
ada kemungkinan juga bahan brake pad ndak sesuai dengan cakram, misal brake pad sintered itu mestinya harus dipakai dengan cakram stainless dan brake pad organic dipakai dengan cakram biasa.
umumnya yg saya tau kalau sintered dipakai untuk cakram biasa maka cakramnya yg jadi gores, jadi mungkin bisa sebaliknya juga kalau organic dipakai untuk cakram stainless.

17. bengkelsepedamotor - Oktober 23, 2007

^ glbabi.

OEM Mito menggunakan steel.

@15 Masih diedit Mas Ilham mudah-mudahan cepat selesai.

18. girifumi - Oktober 23, 2007

@17
mas cepat dibkin artikelnya terus biar dimuat..tapi gw gak ngerti-ngerti ya artikel ini apaan.bahas apa.mohon dibantu…

wakakakaakakakakakakakak

19. BengkelSepedamotor - Oktober 23, 2007

@18

Bro Girifumi saya cuma komentar artikel yang dibuat Mas Ilham, tentang Rem MITO.

Kalau yang saya lagi buat mungkin belum sampai pada level yang dibuat Mas Ilham, Bro Girifumi atau rekan-rekan yang lain, maklum pekerjaan utama saya mekanik sepedamotor, kenal KFM aja baru, pegang keyboard aja masih gemeteran (tangannya banyak oli).

Salam,
bengkelsepedamotor

20. bengkelsepedamotor - Oktober 24, 2007

@15 Mas Ilham saya buat tulisan tentang EFI sudah saya masukkan 2 kali disini tidak keluar, kenapa yaa ???

Salam,
bengkelsepedamotor

21. bengkelsepedamotor - Oktober 24, 2007

@15 Saya coba lagi
@18 Bro Girifumi ini tulisan saya tentang EFI, salam

EFI – ELECTRONIC FUEL INJECTION

Berbagai macam cara dan usaha yang dilakukan untuk mengurangi kadar gas buang beracun yang dihasilkan oleh mesin-mesin kendaraan bermotor seperti penggunaan BBM bebas timbal, penggunaan katalis pada saluran gas buang, dll.

Sebagaimana mesin 2 langkah yang harus digantikan oleh mesin 4 langkah, sistem karburasi manual akhirnya juga akan digantikan oleh sistem karburasi digital.
—cut— baca di sini

http://kafemotor.wordpress.com/2007/10/24/efi-electronic-fuel-injection-pada-motor/

22. bengkelsepedamotor - Oktober 24, 2007

^
ini gambarnya:

23. ilham - Oktober 25, 2007

@ 16. glbabi – Oktober 23, 2007
Di rumah, ada dua jenis cakram belakang. Yg satu stainless dan mengkilap (krom), yg satu ga. Dua kali saya beli aprilia, dua2nya make cakram belakang yg ga mengkilap. apa itu berarti yg diaprilia make cakram biasa?

24. Iveth - Oktober 26, 2007

ngomong² kampas rem..

Temen gw ada stock kampas rem belakang yang mutunya diatas kampas rem orisinil. karena mutu dan ketebalannya, sehingga ketahanan bertahan tuh kampas rem bisa setahun. tidak seperti yang orsinil yang 3 bulan dah pasti ganti.
Karena orang belinya setahun sekali jadi stock menumpuk. harga di bawah pasaran yang orsinil.

pernah di stock dibengkel. tapi kata orang bengkel dia rugi, dia jual cuma bantu temn gw aja. karena yang beli kampas remnya itu setahun baru ganti kampas. sedangkan yang orsinil tuh cuma paling lama 3 bulan dah pada ganti. jadi duitnya muter lama.
xixixi..malah dimarahin “engkoh” dienya…

25. Dellon - Oktober 27, 2007

@Brakepad Mito
Sekedar informasi nih.untuk brakepad mito bisa pake merk goldfren yang setipe,bisa didapat di kebon jeruk3,(kalo ga salah ditoko cineng)harga lbh murah kualitas ok gw sendiri en rekan mito lain pernah coba,ga ada masalah.

26. ilham - Oktober 29, 2007

^tnq bro Dellon. ini juga berlaku bagi yg make brembo di Aprilia RS125…

27. bayu - Oktober 30, 2007

@om ilham
tukang kanvas rem dimana ya?
kebetulan kaliper gsx 400 yg di pake di mtr saya…
kanvas nya dah abis… beli baru ga ada duit… lumayan mahal soalnya..

trus klo disc udah bergelombang dan agak tipis bisa gak di bawa ke tukang bubut .. tmbah daging ato di ratain…

thanks..

28. glbabi - Oktober 30, 2007

secara kasat mata agak susah ya membedakan stainless sama yg biasa karena permukaan sama2 dof. paling pasti memang cek di spek manual booknya. atau untuk disc yg sudah dipakai bisa basahi dengan air sedikit, yg non stainless biasanya semalaman juga sudah langsung berkarat.

kalau ndak ada duwit buat ganti brakepad baru sih bisa juga dipantek. di jakarta barat banyak yg bisa, tapi sebaiknya cek referensi ke bengkel dulu, masalahnya ini soal rem ndak bisa main2, harus cari kualitas pantek yg nomor satu. apa artinya seratus-dua ratus ribu kalau pas direm tahu2 kanvasnya copot. bisa2 nyawa juga copot.

29. bayu - Oktober 30, 2007

@mas ilham
mas… swing arm eks cagiva mito nya masih ada??

30. Bramazie - Desember 17, 2008

Mas,mtr sya juptr mx.Make kalper psm 4 pistn.
Klo pas direm kok licin+bunyi ‘nguuuk’ gtu.Knapa ya? Apa cma mslh kotor(kan msim ujan).
Apa emg kampasnya perlu gnti? Pirngan jga make psm..
Klo ganti pnya kitaco bgus g ya?Matrnuwn..

31. sonny Harianja - Mei 11, 2009

Telah beredar di Indonesia sebuah produk Kampas Rem Non-Asbestos (Racing Brake Pad) dengan Merek “KAIZEN” untuk Motor & Mobil buatan dalam negeri, produksi perusahaan BUMN Terkenal.

Adapun keuntungan menggunakan kampas rem Non-Asbestos merek KAIZEN adalah :
1. Jarak berhenti (Stopping) yang lebih pendek dan pengeraman yang lebih lembut.
2. Tidak dipengaruhi oleh temperature yang di hasilkan oleh pemakaian rem yang berulang walaupun dengan panas tinggi sampai 665 oF. / 360oC
3. Aman digunakan untuk kondisi basah atau kering.
4. Aman digunakan untuk balapan / kecepatan tinggi dan rendah. Khususnya untuk Stopping
5. Aman saat pemasangan brake pads karena tidak mengakibatkan carsidogen/penyebab kanker paru-paru.
6. Tahan lama max 1 – 3 tahun karena terbuat dari bahan berkualitas tinggi.
7. Harga terjangkau

Kampas Rem Non-Asbestos “KAIZEN” menggunakan lebih dari 12 jenis material , sedangkan yang asbestos hanya 6 jenis material, maka asbestos hanya bertahan sampai dengan suhu 200 0C sedang non asbestos bertahan sampai 360 0C, maksudnya asbestos akan blong ( fading) pada temperature 250 0C sedang non asbestos cenderung stabil ( tidak blong).

Bahan dasar Kampas rem KAIZEN Non asbestos terdiri dari 4 s/d 5 macam fiber diantaranya Kevlar, steel fiber, rock wool, cellulose, dan carbon fiber yang memiliki serat panjang, sedang asbestos hanya memiliki 1 (satu) jenis fiber yaitu asbestos.

Kenapa pilih “KAIZEN” ?? karena terbuat dari material yang berkwalitas dunia, seperti Kevlar/aramyd , dimana Kevlar ini bahan yang digunakan untuk baju anti peluru dimana Kevlar mampu menghambat laju putaran peluru sampai berhenti, jadi pada dasarnya Kevlar itu menghentikan putaran peluru bukan memantulkan peluru seperti baja, nah inilah yang kadang kadang orang berpendapat Non asbestos keras padahal tidak, bayangin putaran peluru aja bisa di hentikan apalagi putaran rotor atau drum, nah bayangkan kalau baju peluru dari asbestos, karena itulah segera beralih ke produk kampas rem non asbestos untuk kendaraan anda agar keselamatan berkendaraan lebih terjamin.

Kunjungi website resmi kami di : http://www.ibpbrake.com

Tersedia untuk Motor : BP Supra/Tiger/Mega pro/Ninja/Smash/Shogun/Dll, BP Jupiter MX, BP F1ZR/V-Ixion, BP Suzuki Thunder, BP Mio, Brake Shoe Honda, Brake Shoe Yamaha, dll.

Tersedia untuk Mobil : BP Avanza/xenia/Taruna/APV, BP Kijang Grand/Delux, BP Panther, BP Inova, BP Vios/Limo/Altis (Front/Rear), BP Futura/T120SS/Wonder, BP EFI, BP Honda Jazz, Dll.

Distributor Contact :
CV. Rian : 0721-706949 / 08154033108 (Sonny)

Dicari Agen Penjualan untuk setiap wilayah kabupaten/kota di Propinsi Lampung, Sumatra selatan, Bengkulu, & Jambi.

32. dani h - Desember 19, 2009

bro di tangerang kanvas kaizen ada yg jual gak….buat mtr vixion

33. williamson - Desember 23, 2009

bro sekalian, numpang nanya, mau nyari kampas rem cakram buat motor gede yamaha XJ 900P (Police Edition) dimana yah ? trim’s

34. xe toyota camry 3.5 q 2007 - Oktober 19, 2014

xe toyota camry 3.5 q 2007

Mengganti Kanvas Rem di Mito | KafeMotor


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 174 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: