jump to navigation

Mahir Teknik Pengereman oleh Darwin Holmstrom Januari 10, 2007

Posted by ilham in Safety Riding.
trackback

Menggunakan rem pada motor jauh lebih “menantang” dibanding pada mobil. Pengendara motor kadang-kadang harus menggunakan kedua tangan dan kakinya secara bersamaan untuk menghentikan laju motornya. Secara bersamaan, dia menarik tuas kopling dengan tangan kiri, ngerem roda depan dengan tangan kanan, menurunkan gigi perseneling dengan kaki kiri, dan menginjak rem roda belakang dengan kaki kanan.

Rem depan lebih penting jika dibandingkan dengan rem belakang. Rata-rata sepeda motor mengandalkan rem depan 70-80 persen dari kemampuan perhentian (stopping power) kendaraan. Jenis motor dengan jarak sumbu roda (wheelbase) yang panjang (misalnya cruisers) lebih mengandalkan rem belakang dari kebayakan motor lainnya, namun tetap saja rem depan bekerja lebih keras daripada rem belakang.

Bertentangan dengan mitos yang beredar selama ini, sepeda motor tidak akan terjungkir balik ke depan jika pengendara mempergunakan rem depan dengan kuat. Pada sepeda motor modern, kita bisa saja “mengangkat” roda belakang saat ngerem roda depan (stunts/free style menyebutnya sebagai “stoppie”), tapi untuk itu perlu skill tersendiri. Jadi bukan hal yang gampang dan lazim, bukan? Perlu upaya sungguh-sungguh dan akan menghabiskan waktumu mencobanya.

Kita perlu melatih feeling terhadap kinerja rem motor, sehingga kita bisa menerapkan gaya pengereman yang sesuai dengan situasi yang terjadi. Kita tentunya tidak mau mengerem terlalu keras sehingga membuat ban motor terkunci dan merosot. Ini terutama untuk ban belakang, yang lebih mudah terkunci daripada roda depan. Apalagi jika roda belakang dilengkapi dengan paket rem cakram.
Roda yang terkunci berbahaya. Ketika roda kita slidding, traksi dan efisiensi pengeraman akan menurun drastis, sementara kemungkinan kita menabrak akan naik secara drastis pula.

Roda Terkunci
Jika roda belakang kita mulai mengunci, ada dua kemungkinan yang bisa terjadi: Pertama adalah low side, jatuh dan slidding di jalan (terus menabrak). Atau kemungkinan kedua high side, yaitu sliding ke satu arah, kemudian jungkir balik ke arah yang lain. High side ini merupakan kejadian terburuk dalam sebuah kecelakaan sepeda motor. Terutama akan terjadi jika kita melepas rem (kembali) ketika terjadi slidding untuk mendapatkan kembali traksi roda terhadap jalan. Sebab akibatnya akan melemparkan motor dan pengendara ke arah yang berlawanan.

Teknik terbaik untuk roda terkunci (dan skidding) adalah : jangan sampai roda kita slip. Tapi, jika itu terjadi, yakni roda belakang slip, maka biarkan roda yang terlanjur terkunci sampai kita berhenti. Jaga pandangan ke depan, jangan ke bawah. Perkecualian: jika terjadi skid (slip) di permukaan yang kasar (misalnya gravel), mungkin kita bisa mendapatkan kembali traksi dengan secara bertahap melepas rem. Kata kuncinya adalah bertahap. Jika roda depan skid, lepaskan rem depan, kemudian rem lagi segera.

Roda Dua vs Roda Empat
Mengendarai roda dua akan melibatkan beberapa dinamika sasi (chassis dynamics), yang tidak kita alami pada kendaraan beroda empat. Daerah kontak yang kecil antara roda dengan permukaan jalan menyebabkan sepeda motor memiliki traksi yang jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan mobil.

Ditambah lagi, motor akan berada pada posisi miring pada saat membelok. Posisi ini membuat traksi lebih mengecil lagi. Banyak pembalap motor yang jatuh karena mereka mengerem pada saat posisi sepeda motor mereka miring di tikungan.Yang lebih rumit, ketika kita berakselerasi (nge-gas), deselerasi (nge-rem), kita sebenarnya memberi tekanan pada sasis sepeda motor dengan membuatnya bergerak-gerak, yang berarti memberi tekanan yang bervariasi ke roda. Pada akhirnya hal ini akan membuat traksi yang kita miliki juga berubah-ubah:

• Karena hukum-hukum fisika yang berlaku pada saat kita berkendara, ada baiknya jika seorang pemula atau pengendara biasa menyelesaikan proses pengereman sebelum membelok. Lakukan pengereman ketika posisi sepeda motor masih tegak, sebelum memiringkannya untuk membelok. Jika pengereman dilakukan saat posisi motor sudah dalam keadaan miring, kemungkinan untuk skid (slip) jauh lebih banyak, dibandingkan posisi tegak. Perlu diingat kembali, pada saat posisi miring, traksi yang kita miliki berkurang jauh.

• Jika kita berkendara terlalu cepat dan perlu mengurangi kecepatan di tikungan, teknik yang paling baik adalah “menegakkan” motor sesaat, melakukan pengereman, lalu balik lagi miring untuk berbelok. Tapi, ini perlu dialukan dengan cepat. Sebab, jika terlalu lama akibat kurang terlatih, kemungkinan besar kita akan “nyusruk” keluar jalan. Jadi, sebaiknya hindari gaya menikung dengan kecepatan tinggi.

Latihan Pengereman
Roda yang terkunci karena pengereman mendadak adalah situasi yang sangat berbahaya. Untuk membantu mengatasi situasi ini, berlatihlah berhenti mendadak di suatu area di mana tidak ada lalu lintas atau hambatan lain, misalnya di pelataran parkir (yang kosong tentu saja).

Hati-hatilah untuk tidak sampai roda terkunci. Ketika kita berkendara dengan posisi lurus, berlatihlah pengereman sampai sesaat sebelum roda terkunci. Pastikan bahwa kita masih punya banyak ruang di depan sehingga kita bisa mengurangi tekanan pada rem jika terjadi locking. Demikian pula kita masih punya ruang untuk berhenti dengan aman.

Ingat, mengerem sampai titik sesaat sebelum roda terkunci adalah untuk mengatasi jika terjadi kondisi darurat, bukan untuk menciptakan kondisi darurat itu sendiri.

Selama latihan ini, kemungkinan besar kita akan mengalami skid (slip), tapi jika kita bergerak lurus dan tidak panik, mestinya bisa diatasi. Jika panic dan jatuh, mestinya kita juga tidak akan terluka serius, dengan catatan kita mempergunakan safety wear yang baik dan dipergunakan dengan benar.

Latihan ini akan memberikan kepekaan pada kita mengenai batas-batas dalam pengereman pada kondisi darurat, yang akan membuat motor kita berhenti dengan cara yang paling efektif. Hanya jika kita sudah yakin dengan kemampuan kita membaca apa yang sedang terjadi pada roda-roda motor kita, kita dapat mencoba teknik pengereman ini di jalan umum.

Latihan Lanjutan
Meskipun sudah menjadi “jago” pengereman, kita tetap memerlukan latihan emergency stop secara konstan. Cari tempat yang tidak ada lalu lintas atau hambatan lain, dan coba untuk berhenti secepat mungkin.

Latihan pertama, berhenti hanya dengan menggunakan rem depan. Sesaat begitu kita merasakan roda depan terkunci, lepaskan rem. Begitu kita sudah mengetahui batas-batas rem depan kita, dan dapat secara insting menerapkan pengereman ini dengan cepat, mulailah untuk mencoba menambahkan sedikit pengereman pada roda belakang pada saat yang bersamaan dengan rem roda depan.

Harus diingat bahwa rem depan paling banyak berpengaruh dalam pengereman, sedangkan roda belakang lebih mudah terkunci. Jadi kita seharusnya memberikan tekanan yang berbeda antara rem belakang dibandingkan dengan rem depan.

Tips: Siaga Pengereman
Ketika berkendara di segala macam area berisiko tinggi (yang berarti hampir di semua tempat kita berkendara.), selalu pastikan menjaga rem depan dengan paling tidak dua buah jari tangan menempel di tuasnya. Artinya biasakan untuk selalu berkendara dengan dua jari tangan kanan pada tuas rem depan.

Juga, pastikan bahwa kaki kita selalu pada posisi siap menginjak rem belakang. Dengan tangan dan kaki pada posisi siap menghentikan kendaraan, kita akan memiliki sepersekian detik ekstra untuk berhenti dengan lebih cepat. Ini bisa berarti perbedaan antara hidup dan mati.

PS.

 

 

 

Iklan

Komentar»

1. tommi - Januari 14, 2007

tengkyu …
jadi nambah neh pengetahuan di dalam teknik pengereman

2. eka - Januari 29, 2007

untuk motor matic seperti mio, vario, dan sejenisnya, sama gak tuh aplikasinya mengingat motor2 tsb bodi belakang lebih besar dari depan. gimana nih bro…?

3. dhani - Februari 26, 2007

untuk motor matic seperti mio, vario, dan sejenisnya, sama gak tuh aplikasinya mengingat motor2 tsb bodi belakang lebih besar dari depan. gimana nih bro…?

sama aja …………kan sama – sama motor…..?????
kalo naik delman itu baru lain

4. genk - Maret 6, 2007

wah penting bnget nh!gra2 lom tau teknik pengereman yang baik gw jd ngerugiin orang laen!

5. Joy - April 25, 2007

Tambahan aja, usahakan waktu ngerem dalam keaadaan motor tegak (tidak miring). Jika kondisinya terpaksa dalam keadaan miring (misalnya sedang berbelok di tikungan) boleh direm tapi jangan terlalu pakem (dikit-dikit aja mas), hati-hati jika mau agak kepinggir/tepi jalan biasanya banyak pasir dan kemungkinan selametnya 50:50 kalo ngerem frontal. Trus harus bisa membedakan ngerem dengan tujuan menghentikan kendaraan atau hanya sekedar mengurangi laju kendaraan.
Tentang efek low side sama high side aku dah ngalamin (dalam keadaan ini banyak mohon perlindungan dari sama Gusti Allah deh), soalnya pernah kejadian high side ketika kejebak jalan becek seperti bubur tanah akibatnya motor skiding , aku pasrah deh sama Tuhan, untung ga kelempar.
Aku dah 5 tahun bolak-balik kerja Cirebon-Kuningan, akhirnya dapat kesimpulan kalo mau aman di jalan gampang kok caranya, yaitu jangan belagu (ojo dumeh kata orang jawa). trims, ini mah cuma bagi-bagi pengalaman lho…

6. fr34kz Kyo - April 25, 2007

ini yang dari kemaren g cari2.
huehuheuhue.
mas ham klo di depan kita tiba2 kucing slongong meong gmana?
heuheuhe.

7. ilham - April 25, 2007

ngerem toh mas Yudhi

8. GAL - April 25, 2007

@ 6. fr34kz Kyo
Kalo gw diajarin ortu beberapa teori, salah satunya ‘Expect the unexpected’ (kalo ngga salah bahasa inggrisnya) yang artinya memperkirakan apa yang tidak terkira, kayak kucing itu tadi.. Emang rasanya ngga mungkin ya, tapi kejadian kayak gitu sering bikin celaka.. Lainnya kayak pintu mobil yang tiba2 dibuka, anak kecil lari keluar dari rumah, orang naek sepeda yang tiba2 nyebrang.. Mending kita perkirakan semua itu walau kemungkinan terjadi sangat kecil..

Kalo tentang pengereman juga yang penting jaga jarak sama kendaraan di depan, istilah di motoGP: gap, minimal 2 detik jadi apa yang terjadi tiba2 bisa diantisipasi.. Sopir truk aja ngerti, buktinya mereka suka nulis: “Jaga jarak” di bagian belakang truknya..

Kalo teori2 lain kayak Smith’s System om ilham tau ngga? Dulu gw diajarin ortu safety riding lewat teori2 gitu, tapi sekarang lupa.. heheheh.. Ntar deh diinget2 lagi..

9. jack ( Enduro Totale ) - April 25, 2007

gal Gua mau nambahin jarak pengereman ( brake Distance ) sebetulnya rem belakang dan depan jelas dibuat beda Brake pointnya ,depan lebih pakem perbandingan 20/80 % 20 Blk -80 % depan jadi tujuanya agar rem blk selalu diijak,kalu pakem pasti cepat abis,jarak yang baik idealnya atur dengan kecepatan dan kondisi jalan macet atau tidak dan cara menginjak atau narik tuas depan jangan berbarengan,dan posisi badan juga atur.itu lebih baik agar titik tumpu ( Tekanan kaki maksimum ) dapat walau kecepatan cukup tinggi.

Salam

Jack

10. Girifumi - April 25, 2007

@all
itu semua pake cakram yach?
wakakakakaakakakakakakakakak

11. fr34kz Kyo - April 25, 2007

7. ilham – April 25, 2007

ngerem toh mas Yudhi

sampun ngerem kok mas…..tapi ndlosor….. soalnya si meong tiba2 loncat. dia tuh lagi kejar2an ma sebangsanya. eh tiba2 maen loncat aja ke depan ban g. jadi bukan pake jarak lagi. tapi ya namanya kucing, nyawanya 9, lah g ngerem sejadi2nya ya ndlosor…….. heuheuhuhee.

12. Girifumi - April 25, 2007

@fr34kz Kyo
engine brake bro..gw kalo rem teromol gw sudah mentok ya pake engine brake.tapi tuas kopling jangan ditekan penuh.
ini biasaan bikers lokal.entar belajar aja sama Red Rider.

13. ilham - April 25, 2007

jiakakakakakaka, yudh… Bisaanya kalo kucing, ngeremnya pake kejut aja. soalnya dia lincah. asal ada sepesekian o,oo sekian detik menghentak rem, pasti dia lewat. jgn rem mati ampe abis, pasti dlosor…

dari sekarang sering2 melatih teknik rem, lepas, rem. itu teknik yg sama dengan make rem abs. atu make rem abs tp teknik tsb jd lebih mateng eksekusinya. soalnya dngan ban ga ngunci, menghindar/belok stang dikit bisa dilakukan. kalo ndelosor resiko jatuh…

14. Girifumi - April 25, 2007

pake ABS repot yang biasa pake rem konvensional kayak ngelos..rem kan gak harus pake cakram,manfaatin engine brake bro,turunin gigi satu tingkat,kopling jangan ditekan penuh

15. ilham - April 25, 2007

bener, tapi kalo kucing mana sempat engine break? kalo nikung yg disiapkan, itu baru boleh engine break. kecuali kucingnya masih aga jauh di depan, dan sempet lihat, bara engeine break. atau malah mgkn ga usah ngerem secara udah lewat 😀

16. WEDULGEMBEZ - April 25, 2007

ada yang jual Cakram murah gak buat pengereman???

17. WEDULGEMBEZ - April 25, 2007

gw selalu siap satu jari di atas tuas rem depan

18. fr34kz Kyo - April 25, 2007

btul…. orang kucing dah nyender di ban…. g engine break yang ada kucing nya break out. heuhuehue. itu juga karena reflek g narik remnya. dan g lupa g dah ganti master rem, kan ada setelannya, jadi noel dikit ya dah ngerem. huahauhauua. bis itu g malah di omelin orang2 sekitar situ, dibilang : “kok gak di hajar aja tuh kucing koh?” busyeeeeeeett. tapi menurut perhitungan g klo g ttp nabrak tuh kucing selain urusan berabe g juga pasti jatuh. karena dah kagetnya. heuhuehuhe. btw g jtuh gara2 kucing dah lebih dari 2x. masa macan kalah ma kucing……………..
swt………………..

19. GAL - April 26, 2007

Kalo percaya mitos2 katanya nabrak kucing bawa nasib malang lho, apa lagi kalo kucing polos item, hehehe…

20. fr34kz Kyo - April 26, 2007

Halah………..
nasib sial klo ktemu kucing mah tergantung lo nya………..
lo ikan apa manusia…………
jiakakkakakakka.

21. WEDULGEMBEZ - April 26, 2007

gw nabrak bangkai tikus juga jadi cilaka. gara-gara ga konsen mikir gimana nanti nyuci bannya hehehe…jadi kalo ada yang nabrak kucing cilaka soale jadi gak konsen tiap di jalan. takut kualat…. hehehe

22. fr34kz Kyo - April 27, 2007

huahuahuahuha. g mah lebih takut klo nglindes eeq nya kuda. takut kena tetanus. klo kena bangkai dll mah gak gitu takut, kan ttp kena jalan bannya, pasti dah kegerus ma aspal. heuheuhuhe.

23. fr34kz Kyo - Mei 7, 2007

wah….. ternyata tikus ma kucing beda yah……….
kemaren kamis g abis ngebunuh tikus neh…………. padahal g dah rem kejut, dan kecepatan cuman 20kpj… lagi jalan nyantai gitu ma ce g. eh tiba2 nyolong tikus…… langsung aja genjrut……………
ternyata macan lebih suka makan tikus ketimbang kucing……….
jumat langsung nyuci motor pake kembang 7 rupa dah……..

24. tuxer - September 19, 2007

Jadi inget waktu jatoh gara2 jalan licin… bannya ga ngelock tp motornya pengen lurus2 aja, untung jalan cuma 40kpj, jadi cuma nyusruk selokan… hihihi… tapi lumayan sakit dan panas kena knalpot…

25. pandu - Desember 11, 2007

rumus untuk menghitung rem abs


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: