jump to navigation

Apex & Racing Line: Terapi Hidup ala Biker Juni 28, 2007

Posted by ilham in Dibuang Sayang :), Sharing.
trackback

Baca juga di Ingin Maju, Jaga Apex dan Racing Line

Anda menghadapi keruwetan hidup? Mungkin bisa memanfaatkan konsep racing line dan apex, yang bisa dipelajari dari dunia balap berikut ini.

Racing Line

Racing line adalah sebuah jalur yang ditempuh oleh seorang racer dalam sebuah balapan. Racing line ini diikuti secara terus-menerus karena dianggap sebagai jalur yang paling efektif dalam mengembangkan kecepatan. Dalam sebuah sirkuit modern, seperti di Litar Sepang Malaysia, racing line boleh lebih dari satu. Namun dalam sebuah circuit klasik yang sangat teknis, seperti Sirkuit Assen Belanda, hanya satu racing line yang sesungguhnya.

Racing line penting diikuti demi menambah keunggulan catatan waktu maupun dalam mempertahankan sebuah posisi. Dengan menjaga racing lain, pembalap lain akan sulit menguntit. Juga pembalap lain akan sulit mendahului. Dalam kehidupan sehari-hari di jalan, jalur aman adalah di sebelah kiri sesuai dengan aturan yang berlaku. Namun untuk lebih cepat anda harus mengambil jalur kanan. Jalur ini tidak banyak penghalang meski harus lebih hati-hati dari kemungkinan kendaraan dari depan. (Racing) line di jalan raya yang terbaik sesungguhnya ada di sisi kanan namun cenderung ke tengah.

Racing line ini ibarat sebuah rangkaian strategic planning bagi seseorang. Jika anda normal, tentu ada hal yang selalu menjadi cita-cita hidup. Sialnya seseorang bisa punya lebih dari satu. Bisa tiga bahkan lebih. Sebuah cita-cita saja membutuhkan berbagai prasyarat. Untuk mencapai posisi tertentu di perusahaan A, anda harus pernah bekerja di perusahaan B. Untuk bisa bekerja di perusahaan B anda harus punya pengalaman dalam posisi X. Untuk mencapai posisi X anda harus memiliki ijazah Y. Dan, untuk untuk memiliki ijazah tersebut anda harus belajar di sekolah/perguruan tinggi karena spesialisasi tersebut hanya ada di jurusan O di negeri P. Ruwet bukan?

Sekarang anda cukup mudah melihatnya karena sudah sedang berhadapan dengan perusahaan A. Hanya saja anda baru sadar ternyata prasyarat itu belum anda penuhi. Sekarang bayangkan saat ini anda baru mengincar posisi di perusahaan A tersebut,s aatnya memulai. Anda harus segera membuat strategic plannya. Lalu bagaimana dengan orang yang punya banyak cita-cita? Just forget it, ia butuh energi lebih banyak, skill lebih lengkap, dan daya tahan lebih tinggi…

Racing line mengajari kita untuk setia pada sesuatu agar bisa sampai tujuan, yaitu finish dengan posisi maksimal. Makin bagus racing line yang kita pilih makin aman kita dari kejaran lawan, makin cepat kita memperoleh hasilnya. Jika anda keluar racing line artinya anda keluar jalur dan itu membuang-buang waktu. Seseorang dalam kehidupannya banyak menghadapi godaan sehingga terselip dari strategic planning yang ia buat. Sengaja atau tidak, kita sering pula dihadapkan pada jalan buntu yang mengharuskan kita mengambil jalur berputar yang lebih panjang. Karena kesulitan menemukan racing line yang ideal, seorang pembalap bisa keteteran jauh di belakang.

Apex

Sekarang saatnya kita belajar tentang apex. Apa itu dan bagaimana memanfaatkannya, mari simak berikut.

Dalam sebuah jalur balap terdapat titik yang disebut apex yang terletak di setiap tikungan. Apex secara sederhana bisa diartikan sebagai titik imajiner di mana seorang pembalap melakukan tikungan dengan sempurna. Cepat dan aman. Apex terbentuk oleh pertemuan kecepatan sebuah motor, model atau karakter tikungan, dan posisi motor itu sendiri dalam racing line tertentu. Perubahan setiap komponen tersebut mengakibatkan perubahan apex. Jika seorang pembalap gagal mengelola ketiganya ke dalam suatu gaya manuver dalam mengemudikan tunggangan, maka ia akan celaka. Entah kecepatannya berlebihan, sudut tikungan yang diambil keliru, atau gagal memperkirakan model tikungan yang ingin dilibas. Melebar sedikit atau banyak akibatnya adalah waktu yang terbuang percuma. Jika pembalap terburu-buru masuk ke apex dan menikung sebelum menyentuhnya, berisiko melintir di tikungan. Dua-duanya bahaya.

Jika racing line bisa dianggap sebagai sebuah lintasan dari satu titik awal (start) menuju ke titik akhir (finish), maka apex kita ibaratkan titik-titik terminal. Tadi sudah disinggung bahwa dalam setiap startegic plan selalu ada prasyarat. Prasyarat itu ibarat terminal. Terminal-terminal sangat krusial karena memungkinkan kita melaju dengan kecepatan secara konsisten. Bayangkan jika anda berusaha mencapai tujuan dengan kecepatan penuh. Anda bisa saja gagal akibat kelelahan. Bisa juga kehabisan bahan bakar. Atau yang paling konyol, kendaraan meledak dan semuanya selesai.

Seperti juga balapan di mana para racer mencoba meraih apex sebelum menikung, maka demikian juga kehidupan nyata. Orang-orang mencoba meraih titik tertentu untuk melejit lebih baik lagi. Seorang pekerja butuh posisi yang tepat dan prestasi yang baik untuk terus melaju. Kehilangan posisi yang tepat bisa berarti kemandegan prestasi dalam waktu yang lama. Begitu pula kegagalan berprestasi bisa menyebabkan kehilangan peluang memperoleh posisi yang lebih baik. Sebuah “lingkaran setan” yang sulit diakhiri.

Lessons Learned

Apa pelajaran di balik racing line dan apex? Kecepatan dan ketepatan. Jika anda berada pada racing line yang benar, maka anda berada di jalur cepat. Jalur cepat ini memungkinkan anda sampai tujuan dengan hasil memuaskan. Jika anda berada pada apex yang benar, anda berada pada titik ideal.

Titik ideal ini lebih gampang dipahami sebagai berikut. Anda seseorang yang berambisi sukses, anda menghadapi riskio-risiko besar. No pain, no gain. Dalam risiko besar anda ditantang dan diuji mengambil sikap dan keputusan yang tepat. Jika keliru anda keluar apex. Risikonya melebar atau terjungkal. Jika berhasil, anda melaju sempuna dengan kecepatan optimal. Jadi maksimalkanlah potensi anda dengan melatih diri melewati racing line yang tepat dan jangan pernah kehilangan apex!!!

 

 

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: