jump to navigation

Mito Check Up, Jalan-Jalan bersama Si Kuning September 21, 2007

Posted by ilham in Biker, nightriders, Sharing, Sportbike.
trackback

1.jpgSehari sebelum puasa kemarin untuk pertama kalinya Mito diajak jalan-jalan sejak diangkut dari pemilik lamanya. Start dari pagi untuk menemani ke kantor dan berlanjut jalan jalan sejak siang malam hari. Biasanya untuk operasional, saya bawa Si Biru Suzuki FXR 150. Tapi kali ini Si Kuning. Hari itu rencananya memang mengenalkan Si Kuning dengan rute barunya kantor-rumah PP. Sebaliknya, saya pun ingin mengenal karakter sang tunggangan secara lebih baik. Agenda lain, saya ingin memeriksakan Si Kuning ke dokter. General check up istilahnya.

Pagi-pagi sebelum berangkat saya sudah memastikan rute untuk must visited spots for today. Ke kantor buat ngelarin beberapa urusan, ke Toda untuk beli oli dan perlengkapan lainnya, lalu ke Cagiva Indonesia di EuroMobilindo Tanah Abang. Terakhir, mastikan janji untuk memberi presentasi—tepatnya directing—script pembuatan film program.

Sebelum berangkat, saya tidak lupa menghubungi beberapa kawan yang mengerti soal-soal Cagiva. Kontak bro Triatmono (Mito Merah) untuk ancer-ancer Toda terdekat, yakni Toda Radio Dalam. Kontak Masdonnie untuk ancer-ancer Cagiva Indonesia, dan Kontak bro Euwin (Pemilik Mito sebelumnya) untuk spek oli dan kesiapan bengkel Cagiva hari itu. Semua posisi siap, rute udah jelas, lalu berangkat.

Waqs, ternyata hari itu jalan sangat padat. Dari perempatan Departemen Pertanian-Ragunan saya langsung tancap masuk jalur busway menuju arah Buncit sebelum akhirnya berbelok ke arah Kemang untuk ngantor. Kok kayak ngelanggar ya? Eits, nanti dulu. Ini disuruh masuk kok ma Om Paul. Otomatis ga ditilang dong. Asal ga kebut-kebutan aja dengan busway. Pas ngelewatin lokasi tempat jatuh kemaren dengan FXR depan Pom Bensin Margasatwa Raya, saya jadi mesem-mesem.

Singkat cerita sampai di kantor penuh peluh. Untung baju kerja dilipet rapi di tas. Pas parkir, baru dipake lagi. Rapi dan harum.

51.jpgSelesai urusan langsung menuju Toda. Nih toko spesialis oli. Apa aja ada. Dan, bagi motor seperti Mito, ga mau dilulur sembarang oli. Harus spek lumayan. Full siintetik ++ gitu deh. Saya pilih Agip 2T Racing Plus (Castor Oil). Memang oli sampingnya udah menipis. Sementara oli gir box dan kopling baru diganti minggu lalu oleh pemilik sebelumnya. Agip 4T Supermotooil. Jadi dibiarkan saja biar ga mubazir.

Penggunaan oli memang krusial. Menurut keterangan Pak Afian, dari Cagiva Indonesia, mayoritas trouble mesin di Mito disebabkan oleh kesalahan penggunaan oli. Terpenting adalah oli samping. Oli ini di motor 2 tak fungsinya sama dengan oli mesin di 4 tak. Makanya disebut juga oli mesin 2 tak. Sementara oli lain selain oli samping disebut oli kopling dan transmisi (girbox). Lucunya lagi, entah karena sulit mencari atau karena kurang informasi, beberapa pengguna motor jenis ini memakai spek oli yang kurang tepat. Akibatnya mesin macet dan akhirnya harus turun mesin.

Lepas dari Toda, langsung ke Tanah Abang II. Macet parah di atas jam 12 siang. Saya harus mampir beberapa kali untuk mendinginkan mesin. Suhunya sudah mencapai 90++ derajat celsius. Jangan sampe deh 100 derajat. Sekalian tanya-tanya rute ke orang di pinggir jalan.

Sesampai di EuroMobilindo, motor langsung ditangani. Pak Afian datang bersama 2 mekanik lain. Nyoman dan Tanto. Bro Euwin, sang pemilik lama sudah mengontak terlebih dulu. Mereka pun sudah menunggu. Mekanik melakukan pengecekan kaki-kaki dan mesin, Pak Afian hanya mengawasi sambil ngobrol soal-soal otomotif.

Rupanya dugaan saya benar. Roda depan dan belakang bermasalah. Bearing depan sudah uzur dan harus diganti, sementara roda belakang cuma diperiksa dan dikencangkan.

Membuka ban depan luarbiasa sulit. Beragam alat dikerahkan. Bearing yang rusak telah menekan sok depan sedikit demi sedikit hingga mengencangkan baut. Konon dalam dunia mekanika, perbedaan tekanan dan/atau tekanan berlawanan memang menyebabkan pengetatan yang tidak tanggung-tanggung. Sebagai contoh, perbedaan tekanan udara yang ekstrim di antara dua kabin kapal selam bisa menyebabkan pintu antar kabin tidak bisa dibuka, dengan alat sekalipun. Intinya harus dijebol. Itu udara, bagaimana dengan tekanan mekanis seperti kasus bearing. Pastinya lebih gila.

Setelah berkutan setengah jam lebih, akhirnya baut pun terbuka. Baut lama digantikan dengan baut baru. Bukan karena ulir baut selek, tapi agar mencegah hal-hal yang tidak diinginkan jika nanti butuh buka baut lagi.

22.jpgSementara itu, pembicaraan dengan Pak Alfian pun semakin seru. Topiknya berkutat mengenai masa depan bisnis moge di Indonesia. Belia tetap optimis. “Tetap ada ceruk yang bagus”. Namun soal Mito bukanlah pekerjaan gampang. Konsumen terbatas dan penjualan menurun akibat isu Euro 2 (padahal konon Mito lulus Euro 3 sehingga tetap dijual di Eropa hingga kini, lho).

Di samping itu, kini margin keuntungan sangat kecil. Idealnya jika tetap berani memasarkan Mito, harganya perlu dikantrol ke angka 70-an juta. Dua kali lipat lebih mahal dari KRR atau CBR. Harga terakhir pada tahun 2005, hanya 58 juta. Itupun peminat sudah sepi, meski dengan berbagai promo dan aktivitas after sales yang menggiurkan. Beda hal dengan moge kelas berat macam Cagiva Raptors atau MV Agusta Brutalle dan F4 yang juga dipasarkan lewat Cagiva Indonesia/EuroMobilindo. Meskipun rentang harga bermain di 300-500juta, peminatnya justru banyak. Marginnya pun lumayan sehingga Cagiva Indonesia masih bisa tetap hidup. Sebagai catatan, saat ini MV Agusta dan Cagiva memang satu kepemilikan, baik di Italia sana, maupun agennya di Indonesia.

kongo.jpgKembali ke Si Kuning. Beres pengobatan, saya pun pamit. Berjanji bertemu di event atau tempat lain. The Yellow Mito kembali menemani dinas. Tapi kali ini ke salah satu PH kawan di Benhill untuk kepentingan pembuatan film proyek kantor di Aceh. Di sana, Mito Kuning bertemu abangnya. Vespa tahun 68 keluaran Piaggio model Kongo. Itu lho, Vespa milik Tim Penjaga Perdamaian PBB asal Indonesia di Kongo jaman babe kita dulu.Dia pun tinggal di luar bercengkerama dengan abangnya, sembari menunggu saya bekerja di dalam.

Jelang pukul 9, saya pamit pulang. Si Kuning kembali menemani dengan setia. Perjalanan sepanjang Gatsu hingga Cawang macetnya minta ampun. Harus mampir 2 kali untuk istirahat. Pegel di leher akibat jarak stang dan sadel yang jauh abis. Namun urusan selap-selip, Si Kuning cukup lincah. Tak kalah dengan FXR. Lepas Cawang menuju Halim-TMII-Jatiwarna Pondok Gede, jalanan lumayan sepi. Barulah Si Kuning show off. Benar kata Pak Afian, khusus Si Kuning ini sengaja di-set untuk buas pada putaran menengah-atas. RPM 5000 ke atas dia menyalak. Serasa ada semburan tenaga yang begitu kuat. Untuk bawah dibuat kalem, takut wheelie di tengah kemacetan barangkali. Who knows?

Malam pukul 10 lebih, kami pun tiba di rumah. Peluh dan penat. Namun bahagia bertemu buah hati dan bini. Alhamdulillah Si Kuning sudah sehat dan kini siap bobo. Nite-nite babs!!!

Komentar»

1. wonkbatam - September 21, 2007

numbero uno,,,,

2. wonkbatam - September 21, 2007

numbero duo,,,,
halah,,, baca aja belum,,,,

3. girifumi - September 21, 2007

sepuluh besar..

@ilham
Motor Eropa harus lulus uji emisi Euro 3 yang lebih ketat regulasinya ketimbang Euro 2.iseng gak nanyain,Cagiva spesies lain? seperti Cagiva Stella apakah dibuat versi 4 taknya?masih dibuat di Thailand?atau gimana?

spek olinya tahu gak ya?SAE berapa?

4. wap - September 21, 2007

empat..???

5. ilham - September 21, 2007

Stella dibuat di Thailand. soal sparepart lebih ribet dari Mito. hubungan ke thailand susah. Kalo Mito kan bisa ke Malaysia sebagai pembuat Mito untuk pjualan Asia dan Aussie. Singapur apalagi. banyak org yg bolak balik sana, tinggal pesen ama kawan. Soal Stella 4 tak, ga tahu. lom nanyaken. nanti gw infoin deh.

6. azizdth - September 21, 2007

wuah hebat om….jadi ngiri…

7. girifumi - September 21, 2007

@5
kalo cari kaliper+cakram gampang gak ke sana?wakakakaakakakaakakak….

btw,sdh sampai gak soal proposal kemarin?

8. ABe - September 21, 2007

Lepas dari Toda, langsung ke Tanah Abang II. Macet parah di atas jam 12 siang. Saya harus mampir beberapa kali untuk mendinginkan mesin. Suhunya sudah mencapai 90++ derajat celsius. Jangan sampe deh 100 derajat. Sekalian tanya-tanya rute ke orang di pinggir jalan.

Wah, koq ngeri Mas, kayanya gampang overheat yak?

9. kjengking - September 21, 2007

hehee seneng bgt donk yak bro ilham?
btw kantor ane di abdul muis tuh, klo tau bro ke tanabang 2 ane bs ikut ngeliat tu mito kuning, meski beda “ras” tapi kuda kita sama2 kuning kan? hehee😀

10. girifumi - September 21, 2007

@9
kuning Nasir ya?
motor gw sama kayak bro Triatmono,merah hitam,cuman beda spesies dan beda rem doang.gak ding,banyak bedanya…
Pake RS250 capek bawanya,capek juga kantongnya,he3x….

11. wap - September 21, 2007

sampe harus istirahat 2 kali ya…?? kaya apa rasanya bawa motor canggih nan ribet..?? jadi ngiri nih…

12. kjengking - September 21, 2007

# 10
hiyak benul hehee.. tp soal body msh lebih sexy kudanya bro ilham, lekuk bodyna lebih biola😮

13. ilham - September 21, 2007

@ 8. ABe – September 21, 2007
Itu resikonya bawa moge kecil bro. Tp omong2 soal overheat bukan cuma Mito, Ninja KRR aja biasa overheat bro. Toleransinya sih 120 derajat apa berapa… Tapi teman2 yg lain yg bawa moge biasanya warning diangka 100. Kalo udh nyentuh angka itu, isterahat. tapi kalo jalan ga macet, biasanya sih bisa manteng di angka 60-70 derajat.

Bisa juga diakali pake coolant yg tepat atau pakai kipas tambahan. Modifikasi itu kayaknya yg perlu dilakukan.

14. wonkbatam - September 21, 2007

om,,, dah di test om,,, berapa kecepatan max si kuning,,,,

15. bhell - September 21, 2007

KE LIMABELASSSSS

16. glbabi - September 21, 2007

Overheat?? Bener tuh, tambahin kipas aja. Kalo mau murah cukup pake kipas komputer + thermoswitch.

17. rdayt - September 21, 2007

120, 60 & 70 derajat maksudnya apa yaaa…???

Sori nggak ngerti
Mohon pencerahan dari bro semua ^_^

18. Fr34kz Kyo - September 21, 2007

CIEEEEEEEEEEEEEEEEEE………
motol balu………………

19. andromeda - September 21, 2007

akhirnya keluar juga di pake jalan” tuh mito, btw knp kmrin getring ga di bawa yah….
banyak yang kecewa kemarin waktu getring termasuk gw yg pingin liat n naik di punggungnya d yelo mito hiks…. hiks…

20. mas kliwon - September 21, 2007

wow motor sport yah..

21. glbabi - September 21, 2007

@ 17. rdayt: suhu air radiator masbro

22. rdayt - September 21, 2007

@ 21. Oooohh… air radiator ya, bro

Sori… abisnya gue gak punya motor yang pake air radiator
Hehehe.. Tq y infonya

Semalam gue dapet info dari temen :

Ada Ninja R 2004 lokasi palembang, dijual 2 juta
Tapi STNK ga ada. cuma ada BPKB

Kalo gue boyong tuh motor ke jakarta plus bikin STNK kira2 ribet ga, yaaa…?? dan ngabisin budget berapa…???

(Bro ilham.. sori yaa OOT.. hehehehe ^_^)

23. Nuvan™ - September 21, 2007

Kisah pertama jalan-jalan ama pulsarku dan juga mampir untuk rontgen di dealernya waktu dulu perlu diceritain gak yaaa..?
heheheheee…..

24. wedulgembez - September 21, 2007

@nuvan

jangan lupa mbak ambarnya diceritain ya!

25. glbabi - September 21, 2007

@ 22. rdayt: apa ndak kemurahan tuh?? cek dulu aja BPKBnya bener ndak mas

26. Nuvan™ - September 21, 2007

24. wedulgembez – September 21, 2007
telekmbeseng … kok ijek kelingan wae karo ambar….

kwe neng semarang kapan dul….?

27. kjengking - September 21, 2007

@ rdayt
masa sih 2jt? klo dipretelin aja trus dijual per item jg bs lbh dr sgitu bro

28. rdayt - September 21, 2007

@ 25 & 27.

Gak ngerti juga bro… saya kan punya temen yang kerja di Pemda Palembang

Katanya ada tuh ninja 2004 dijual 2 juta. tapi gak ada STNK

Saya sendiri belum liat barangnya… secara Jakarta – Palembang lumayan jauh,…

Hehehehe…

Tapi sekarang masih ngumpulin duit buat beli motor dangdut dari india. Tapi kalo Suzuki ngeluarin Thunder 150 bisa jadi saya ambil itu.. soalnya saya pencinta motor2 suzuki

29. kjengking - September 21, 2007

– rdayt
klo itu ninja emg normal (bs jalan) n bkn bekas nabrak orang smp mati), trus jeroannya msh ori smua gw jg mau tuh bro..

30. BlvePvls - September 21, 2007

hmm good bike, ribet bike… hehehe sori bos…

31. rdayt - September 21, 2007

iya ya… agak riskan juga tuh ninja
Mendingan nungguin pulsar atau thundie 150 aja, ah…

32. glbabi - September 21, 2007

Kalok mau tau Ninja harga segitu ndak sah jauh2 ke Palembang, di daerah pelosok Jawa Barat spt Sukabumi aja ada. Tapi ndak disarankan deh, soalnya itu motor2 hasil perbuatan non-halal alias buah karya malingers. Sama aja jadi penadah

33. h3ndr1kk - September 21, 2007

Mas Ilham, tuh Mito karbunya apaan? Del Orto kayak Aprilia? apa bukan karena kondisi cuaca di Jakarta beda abis sama pabrikannya yang bikin gampang panas?
Sualnya dari pengalaman gw, ketinggian/altitude pengaruhnya besar buat 2T, motor gw pasti ngaco begitu sampai pegunungan seperti bandung misalnya. Kalo di set supaya enak di bandung, balik jkt pasti overheat.

34. wyren - September 21, 2007

Asik nian…… Sport 125cc-150cc 2 tak emang kastanya paling tinggi Mito en Aprilia RS125 sih…… Kalo gw sih Mito, soalnya ada RS250.. 2004an bedanya juga “sedikit”, jadi mending RS 250deh..

BTW, Kalo FXR bung ilham pernah overheat??

35. Vanatik - September 21, 2007

wah kalo 2 tak sih memang hebat.baik dari RPM atau pun power.
dan setara dengan bahan bakar yang di konsumsinya apa bila jalanan lenggang dan gak macet aja.

kan pernah di uji di eksebisi star mild night drag race
antara ninja 150 drag dengan nissan skyline twin turbo,
terbukti motor ninja bisa melawan mobil drag super tersebut.
antara ninja 150 drag dengan cbr1000sp standart dalam lintasan 400 meter, terbukti kembali si ninja memang tercepat untuk jarak segitu. mukin cbr nya belum maksimum kali.

36. ilham - September 22, 2007

@ 19. andromeda – September 21, 2007
Sori bro, maren masih lom siap.

@ 33. h3ndr1kk – September 21, 2007
Pake Del Orto juga. sama dengan punya aprilia ukuran 28, tapi biasanya diganti ke 32.

@ 34. wyren – September 21, 2007
Lebih cantik Mito, tapi kalo soal pengendalian, jauh lebih bagus Aprilia. Makanya juara GP kan😀. FXR belom pernah overheat. gejala overheat biasanya motor mati tiba2. Beberapa kali pernah mati abis nikung. tapi itu malem2 dan lumayan sepi, jadi sulit dimengerti kalo overheat. Tapi karena bahan bakar disusupi aer. Kasian pertamina, banyak SPBU jual aer ke konsumen.

37. wyren - September 22, 2007

@ilham
Tapi masih lebih baik daripada mo-pang 2 tak lo😀

Dulu dimajalah Mito dengan setingan kacau (terlalu basah) aja masih ngudak2 mopang 2tak… Gimana kalo bener?? Heheheheh..

38. rdayt - September 22, 2007

Ninja di jalan-jalan sini selalu jadi motor setan saking liarnya…
Tapi di ajang MotoGP koq ga ada apa2nya, yaaa…???

Ayo donk Kawasaki dan Rendy De Puniet
Buktikan ketangguhanmu

“Yang suka ninja tapi gak beli”

^_^

39. rdayt - September 22, 2007

@36.

Om ilham pernah denger tentang “WrAin”, nggak ?

Ituloh “Water & Air Injection system”

Katanya dengan sistem ini tenaga bisa lebih besar tetapi bensin akan lebih irit.

40. desboy - September 22, 2007

heran juga ma bro2 sekalian ya..
masak posisi di perebutin.. sampe belum membaca udah posting comment..
wah wah.. kayak perebutan posisi di MotoGP aja nih.. kalau di motoGP siapa yang duluan betot gas dia yang menang..
tapi kalau disini siapa yang duluan pencet tombol say it.. dia lah sang juara..

salam hangat bro2 semua..
peace bro

41. desboy - September 22, 2007

so pasti sampe begadang tuh nungguin bro ilham posting.. hehehe.. biar jadi yang nomor satu..

42. Arman - September 22, 2007

bro ilham, HABIS BERAPA TUH BRO TUNE UP SI KUNING? MOTOR MAHAL APA PERAWATANNYA MAHAL JUGA?

43. !>3!>3^^!+ - September 22, 2007

pinjem……🙂

44. ilham - September 24, 2007

@ 39. rdayt – September 22, 2007
Yup, udah banyak pakarnya. Paling cocok dipasang di scorpi karena jalurnya lebih gampang. tp di motor lain juga bisa. pertama kali yg make di jakarta temen Tony Silaban, make thunder 250 kira2 3 tahun lalu. trus dicopot karena belum sempurna. dia baru pake lagi setelah bikers bandung nyempurnain… teknologi dia peljari dari mekanik Mitsubisi…

banyak model bro. Injeksi nos, air, atau dial jet, turbo, dan yeis… pokoke kapan2 kita bahas. atau kalo bro Rdyt menguasai salah satunya silahkan buat tulisan buat diposting di sini….

45. ilham - September 24, 2007

@ 42. Arman – September 22, 2007
Kemaren abis 200-an
Perawatan murah soalnya juga jarang rusak karena jarang dipake :D… Memang bukan motor harian sih bro…
Yg jelas olienya boleh pake yg 105rb, atau yg 145rb, atau yg 195rb…
Trus pertamax plus atau lebih itu aja

46. h3ndr1kk - September 24, 2007

@44 iya dungk, posting WrAin.

47. asikbae - September 24, 2007

ada yang udah aplikasi kok disini…

48. glbabi - September 24, 2007

overkill

49. ganks - September 27, 2007

wah….kayaknya ngga sanggup yah beli motor mahal.
Gile………sekali cek up aja sampe 200 lebih…..
ganti oli aja 100 rebon..?
emang seh…harusnya bukan buat harian…..
Nah trus…buat di pajang aja……..

Vixy aja lah……….itu jg dengan dia minumnya Pertamax plus aja dah sering bikin kering kantong…

50. beck - September 28, 2007

test

51. beck - September 28, 2007

Di sana, Mito Kuning bertemu abangnya. Vespa tahun 68 keluaran Piaggio model Kongo. Itu lho, Vespa milik Tim Penjaga Perdamaian PBB asal Indonesia di Kongo jaman babe kita dulu.Dia pun tinggal di luar bercengkerama dengan abangnya, sembari menunggu saya bekerja di dalam.

Bro, ini keluaran taun 1964. Menurut cerita sih, pada waktu kontingen Garuda 1 tugas di KONGO, mereka pulangnya bawa Vespa itu. Yang unik dari vespa ini salah satunya adalah, dia punya saklar untuk lampu Sein di sebelah kiri stang. Hehehe kayaknya dia lagi asik ngobrol tuh sama adiknya, mungkin ngobrolin pizza de italiano atau malah ngobrolin Liga Itali?

52. bluezk - September 28, 2007

TEST

53. symbian apps - September 30, 2007

top speednya disharing donk ma akslerasi brp sekon gituuuu, jangan2 kalah ma fu gue….heheheh…ngimpi kale yeeeee

54. krupuk balap - September 30, 2007

BAJAJ mo buka cabang di JOGJA
kemarin pas lewat jl.magelang lihat ada gedung gede dengan warna biru bertuliskan bajaj, disampingnya persis dealer yamaha.

akhirnya bs jd beneran nich beli pulsar hehehe…
HIDUUP KAFE MOTOR…
HIDUUP PULSAR……
PIIISSSSSSS…… :-p
MERDEKKAAAAA………..!! :))

55. blue-capiro - Oktober 1, 2007

bro2 mo nanya, kalo motor pake oli tank cooler apa ada efek negatifnya ke mesin? thx ya….

56. Tommy - Juli 23, 2009

Pak mau tanya apa sekarang cagiva indonesia masih ada? Klo bisa minta no telp yg bs dihubungi. Thanks

57. chaome - Oktober 2, 2009

saya dari malaysia,ingin nanya kalau siapa tau dimana boleh dapat alat gantiyg obral

58. Anton - Januari 27, 2011

club cagiva di bandung dimana ya ? sama bengkelnya, bisa hub saya di 0812-1168378, thanks banyak bagi yang bantu saya


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: