jump to navigation

Stoner dan Raikkonen, Dream Comes True! Oktober 22, 2007

Posted by ilham in Balap, Biker, Otomotif.
trackback

Jika anda membaca artikel Stoner versus Raikkonen yang saya tulis pada awal musim balap MotoGP dan Formula 1 tahun ini, anda boleh tidak percaya. Atau untuk kasus Raikonen anda berada dua balapan sebelum seri terakhir semalam WIB, mungkin semua tampak mustahil. Tapi saya tetap menfavoritkan dua orang ini untuk menjadi juara dunia. Casey Stoner untuk MotoGP dan Kimi Raikkonen untuk Formula 1.

Nyatanya, Stoner dan Raikkonen merebut kejuaraan dengan penuh sensasi. Stoner melewati semua ekspektasi orang di awal musim dengan menjuarai MotoGP sejak seri Motegi atau 3 balapan lalu. Sementara Raikkonen yang peluangnya hampir tertutup sejak pertengahan musim, berhasil memenangkan pertarungan dramatis di Brasil yang mengantarnya menjadi juara F1.

Ada kemiripan keduanya, meskipun tidak persis sama. Keduanya sama-sama jagoan di atas mesin balap paling eksotis di dunia. Casey Stoner mengendarai Ducati yang hingga kini dianggap sebagai Ferarri-nya motor. Bukan saja eksotisme desain motor-motor keluaran pabrikan Italia ini, tapi juga karena prestasinya yang mengkilap. Ducati adalah raja di pentas Superbike, dan menjadi raja jalanan selama bertahun-tahun di jalan yang sesungguhnya. Tahun ini adalah tahun pembuktian kebesaran Ducati dengan merebut tahta tertinggi juara dunia MotoGP.

Di lain pihak, Raikkonen membalap untuk Ferari. Mestinya saya menulis, Ferrari yang sesungguhnya, untuk membedakan dengan “Ferrari”-nya Stoner. Ferrari adalah mobil berkelas dengan performa puncak. Brand Ferrari membuat apapun yang tersentuh menjadi “emas”. Mulai tahun depan Ferari akan menjadi partner A1 GP, dan sentuhannya sudah terasa. Mendadak A1 GP menjadi eksotis dengan sebuah Sebuah Ferari Merah sebagai Safety Car-nya. Selebihnya anda boleh menjabarkan sendiri.

Stoner maupun Raikkonen, keduanya adalah pembalap yang dingin namun ngotot. Tak banyak cincong, tahunya hanyalah balap dan balap! Tidak peduli pacuan sedang buruk atau bagus, membalap sampai batas. Tapi jika ingin juara dunia, beri mereka pacuan yang sepadan.

Pada tahun-tahun sebelumnya keduanya juga banyak dirundung masalah. Stoner banyak terjatuh dari motornya dan Raikkonen banyak meledakkan mobilnya. Berbeda dari pandangan sebagian orang, saya sebenarnya berpandangan bahwa masalah-masalah tersebut bukan muncul dari keduanya. Justru masalah tersebut akibat kelemahan dari tim/kendaraan yang mereka pacu sebelumnya. Keduanya justru berusaha membalap terlalu ngotot to go beyond bad machines. Stoner terjatuh akibat kendaraannya gagal memenuhi standar kecepatan dan kestabilan yang dibutuhkan untuk membalap cepat. Wajar jika Stoner berusaha agresif agar tidak kedodoran.

Raikkonen? Setelah setahun di Sauber, Raikkonen sebenarnya memperoleh tim yang bagus di McLaren. Namun bukanlah hal gampang bertarung dengan Schumy pada masa jayanya. Apalagi Ferrari memiliki paket superior sejak 2001-2004. Sementara McLaren memiliki performa mobil yang naik turun. Kekecewaan Raikkonen pada mobil yang buruk tampak jelas. Berbeda dengan pembalap lain yang apabila mobilnya rusak, berusaha memperlambat kecepatan dan segera kembali ke pit, Raikkonen justru membejek gas dalam-dalam. Baginya, mobil yang bermasalah lebih baik dihancurkan.

Jika ingin melihat performa terbaik mobil McLaren, lihatlah tahun ini. Kesampingkan kasus spionase McLaren atas Ferrari, dan anda akan melihat bahwa McLaren lebih baik dari Ferrari tahun ini. Terutama di awal dan pertengahan musim. Tapi, saat McLaren superior, Kimi sudah tidak di sana. Ia membalap untuk Ferrari. Ferari tidak buruk, tapi jelas tidak stabil sepanjang tahun.

Persamaan lain kedua jawara ini terletak pada cara mereka menangani rekan setimnya. Stoner mengatasi Capirossi yang jauh lebih berpengalaman, baik di MotoGp/500cc maupun di Ducati. Sementara Raikkonen yang baru membalap untuk Ferrari tahun ini menaklukkan Massa yang sudah 3 tahun untuk Tim Kuda Jingkrak. Apalagi Massa sempat dimentori oleh Schumi dan Ferrari menggunakan ban Bridgestone yang berbeda dengan Michelin yang digunakan sebelumnya di McLaren-nya Kimi. Di McLaren, bertahun-tahun Raikkonen mempecundangi David Coultard, pembalap yang pada masa jayanya sangat kompetitif di samping Mika Hakkinen. Tidak ada ukuran terbaik di F1 untuk mengetahui performa pembalap selain dengan membandingkannya dengan rekan setim. Dan raport Raikkonen, seperti halnya Stoner, sangat bagus!

Terakhir, keduanya di tim Italia dengan warna dan sponsor yang nyaris sama… Mungkin bagi anda ini tidak penting. Yang penting adalah balapnya. Tapi jika anda pecinta balap dan pencinta otomotif sejati, justru di pernak-pernik kecil inilah sesungguhnya jalinan emosi terbangun. Kemeriahan sebuah balapan berada pada bagaimana setiap detail disusun menjadi kesatuan dan ditangkap oleh indra. Kembali ke rumah, asesori itulah yang kita bawa pulang. Dan, keduanya, pasangan Stoner-Ducati dan Raikkonen-Ferari, adalah citarasa tertinggi di dunia motorsport saat ini!

Saya adalah penggemar Michael Schumacher, titik! Pada saat Raikkonen bertarung memperebutkan juara dunia dengan Schumy pada 2002-2004, tentu saya memilih Schumy. Namun pada saat Schumy dan Ferari sangat tidak kompetitif pada 2005, sementara Raikkonen punya kans memperebutkan Championship dengan Alonso, saya memilih Raikkonen. Tahun 2006 adalah masa suram Raikkonen setelah McLaren sangat lemah dengan seribu masalah, dan saatnya mencari tim baru!

Tahun 2007 tak ada Scumacher di Ferrari. Hanya ada Massa dan Raikkonen. Jika harus memilih, saya akan memilih Massa. Namun ditinjau dari pengalaman dan mental balap, Raikkonen tetap lebih baik. Saya mengamini kata-kata Alonso, dua kali juara dunia sebelumnya. “Dia (Raikkonen) berhak menjadi juara dunia.” Setelah bertahun-tahun menjadi runner up dan bertarung dengan para pembalap terbaik pada masanya, Kimi berhak menyandangnya. Lewat pertarungan dramatis di seri Interlagos Brazil, Kimi jura dunia F1 2007, pentas balap mobil tertinggi di dunia!

Selamat Kimi, selamat Stoner!!!

Iklan

Komentar»

1. HTML475 - Oktober 22, 2007

Akankah Raikonen meneruskan tradisi schumaker

2. HTML475 - Oktober 22, 2007

Suerr deh Tadinya…gw pikir hamilton yang akan jadi F1 Champ taun Ini

3. girifumi - Oktober 22, 2007

@2
kelewat sombong sich..
Banyak kok persamaannya. Selain mesin dari pabrikan Italia yang menonjolkan seni dan teknologi.Sponsor oli Shell. Sponsor ban Bridgestone.Sponsor utama Marlboro.

cuman…Kimi yang unpredictable. Stoner,dari 4-5 seri awal,banyak yang sudah memprediksi bakal juara dunia.disamping mesin yang sangat tangguh (nyaris tanpa trouble).Stonerpun perlu memberi ucapan terima kasih kepada Bridgestone.

4. FLO - Oktober 22, 2007

Stoner kali ini memang bintangnya lagi bersinar banget makanya bisa juara motogp. di aussie aja bisa menang padahal udah lama pembalap aussie bisa menang di sana. utk raikonen dia harus terima kasih ama rekan satu timnya kalo ngga mana mungkin kmrn bisa menang

5. wap - Oktober 22, 2007

stoner emang keren.. tapi oci lebih mantaf…

6. ucheman - Oktober 22, 2007

Sampe belasan lap tersisa, gw masih ngarepin hamilton keluar jadi juara..
Banyak yang bilang rookie sering melakukan kesalahan demi kesalahan untuk berkembang menjadi seorang juara…
Hamilton melakukan debutnya di awal-awal seri dengan sempurna, eh malah melakukan kesalahan fatal di akhir2 seri…

7. Fitra - Oktober 22, 2007

Salam kenal bang Ilham… MINAL AIDIN WAL FAIDZIN, Ikut Nimbrung yee… HIDUP STONER…! Emang lebih berkesan kalo ada orang baru yang jadi juara… daripada incumbent juara tahun sebelumnya… BTW, Hayden kemana aja neee…

8. anto - Oktober 22, 2007

Ini mas Fitra itu…Fitra eri yang pembalap turing yang hebat itu bukan yak???

9. Nuvan™ - Oktober 22, 2007

Om Giri, mau nanya nih…. kalo balapan gitu terus motornya jatuh dan ngga bisa nerusin racenya, itu gak dapat nilai ato nilainya dikurangi….?

10. tophthuff - Oktober 22, 2007

tuh kata bang ilham Ducati jagoan nya di jalanan bukan ahm ama ymki.jadi jangan pada berantem yach

11. ilham - Oktober 22, 2007

@ 7. Fitra – Oktober 22, 2007
Sana2 bro Fitra, minal aidin dan tancap gas trus!!!!

12. girifumi - Oktober 22, 2007

@9
gak dapat poin pak dhe..

13. kawasaki - Oktober 22, 2007

kawasaki taun depan yg akan mengentuti yamaha sama ducati kawasaki dah mulai bagus tuh! yamaha ke laut aja bikin motor buut aja

14. orang_biasa - Oktober 23, 2007

@13
Kayaknya suzuki lebih menjamin daripada kawasaki. Suzuki sudah menerapkan katup pnematik seperti ducati. Makanya pada beberapa race kelihatan menonjol di belakang ducati.

Posisi ketiga yang paling bagus menurut saya justru Honda. Honda walaupun tidak menggunakan pnematik, tapi punya paten sendiri terhadap material pegasnya. Dan kelihatannya lebih stabil dibandingkan Yamaha.

Yamaha, dua tahun terakhir sudah kelihatan tidak mampu bersaing terutama dengan Honda (musim lalu), dan Ducati (musim ini). Musim lalu terserang chatter akibat resonansi antara mesin dengan sasis. Musim ini selain mesin kurang galak, ban jadi masalah. Saya sendiri kurang yakin, kalo misalnya Rossi tidak bergabung Yamaha, Yamaha mampu bersaing dengan pabrikan lain. Yang membuat Yamaha masih mampu memberi persaingan, itu karena faktor adanya Rossi saja. Rossi memang pembalap dengan teknik paling sempurna. Tidak ada pembalap sebagus Rossi saat ini. Ini yang masih menolong Yamaha.

Posisi pertama tetap Ducati. Dengan masuknya Melandri, wah bisa dibayangkan kekuatan Ducati musim depan. Bayangkan waktu masih bergabung dengan tim satelit Honda Gressini yang dikasih mesin kelas kedua (mesin ini tidak ada perkembangan sejak awal musim, beda dengan tim pabrikan Repsol Honda), sudah bisa beberapa kali mengancam tim pabrikan. Salut.

Urutan yang paling siap menurut saya (IMO):
1. Ducati
2. Suzuki
3. Honda
4. Yamaha
5. Kawasaki
Tentu segalanya bisa berubah dalam masa persiapan nanti.

15. pehix - Oktober 23, 2007

Kalo liat perkembangan terakhir urutan yang paling siap menurut saya (IMO):
1. Ducati
2. Honda
3. Suzuki
4. Kawasaki
5. Yamaha

Tentu segalanya bisa berubah dalam masa persiapan nanti.

16. OmenArthur - Oktober 23, 2007

stoner bisa menang karena rivalnya selalu sial. ga ada yang bisa nandingin stoner selain rossi. masalahnya karena rossi selalu ada masalah dengan tunggangannya. jika tahun depan Yamaha & michelin lebih tokcer dari tahun ini maka mungkin gelar stoner bisa mirip gelar hayden yang cuman ngerajain satu musim saja.
atau bisa saja ada saingan baru dari Lorenzo….
ciao

17. girifumi - Oktober 23, 2007

@16
Hayden mah ..ah embuh lah…

18. mbelgedez - Oktober 23, 2007

ROSSI MAH KALAH KENCENG MOTOR, TERUS ITU BAN MICHELLIN KAYAKNYA EMANG MELELEH SAMA PANASNYA ASPAL SEPANG btw, dengan motor begitu Rossi dapet urutan 5, udah luar biasa….

19. d3d3mit - Oktober 23, 2007

kalo menurut gw:
1. Bajaj
2. Ducati
3. Honda
4. Kawasaki
5. Suzuki
6. Yamaha

xxixixixixixixixxxxiiii

20. Temmy Hartadi - Oktober 23, 2007

Wah gila kemaren Kimi Keren Abissss!!!!! Berarti idola kita sama ham!! hahahaha… Valentino kasian, padahal skillnya udah ga ada yang salah, cuma ga berada di tim yang tepat. Stoner memang hebat, cuma kurang berekspresi seperti rossi, makanya idola gw tetep ROSSI!!!!! Tapi emang uda ketauan kenapa rossi ga pindah ke ducati, karena kalo dia naik ducati dijamin motogp kaya F1 waktu dolo masih ada schumi.. monoton balapannya rossi di depan molo. Buat gw jg itu kurang keren, karena rossi seng ada lawan. Bung ilham kapan aja sih masukin artikel barunya? tiap minggu atau tiap hari?? gw suka ketinggalan molo, padahal mau ikut nimbrung bareng-bareng.

21. ducati pnematic-sedici - Oktober 23, 2007

14 –> tong kosong nyaring bunyinya

22. Temmy Hartadi - Oktober 23, 2007

Eh.. pren semua, mau nanya nih.. gw rencana mau ganti motor pake yamaha vixion. Ada yang pake n nemuin masalah berarti ga?? Puas ga pakenya? maksud gw dari segi performance, handling and style. Karena menurut gw ini motor sport tanggung n mahal. Sebelumnya gw pemakai scorpie, gw puas jg pake nya, tapi scara tampilan dan handling mengecewakan.

23. orang_biasa - Oktober 23, 2007

@21

Wah mas / mbak, klo komentar yang enak dong. Kalo gak setuju, silakan kasih opini sendiri.

Heran saya, cuma komentar gini aja pake nyerang pribadi.

24. yponk - Oktober 23, 2007

Mas Ilham

Jujur, kimi merupakan idola saya semenjak dia gabung ke F1 menggaikan posisi mika hakinen. Dialah idola saya semenjak kepergian Ayrton Senna 1994 silam. Bahkan the fling finn (mika hakinen) pernah bilang ke pimpinan maclaren “if you wanna win, get the young fin”. Maksudnya jika mau menang get the young flying fin yaitu kimi. Julukan ini diberikan oleh mika hakinen sendiri.
Tp emang dia selalu sial, mirip kasus rossi di tahun 2006-2007.
Akan tetapi semuanya sekarang terbantahkan setelah dia jd juara dunia. Tipikalnya kalem, ga byk bicara seperti alonso yang begitu bawelnya. Bahkan wartawan otomotif dunia dulu menjulukinya Robot Yes and No karena sakeng kalemnya. Tp walaupun kalem namun performa dilintasan usah ditanya.

Untuk Stoner……..bintangnya emang sedang bersinar. Dari 125cc saya sdh memperhatikan dia karena gaya balapnya ngotot walaupun make motor yang pas2an. Tp semenjak gabung tim ducati jd ga suka lagi sama dia. Dulu waktu 125cc dan 250cc dia selalu maju dari barisan tengah dan melibas satu persatu. Sekarang beda. Ngibrit langsung mimpin kaga mau duel dilapisan tengah. Jiwa entertainya jg kurang.
Idola saya di motogp tetep Rossi. Gimanapun dia merupakan jagoan sejati. Manusiawi kalau dia membeberkan fakta kekurangan tungganganya serta banyak ngeluh. Kl bukan dia pasti yamaha cuma hanya sebagai pelengkap penderita saja di motogp.

Kl ada yang bilang skill stoner diatas rossi saya jelas2 tidak setuju.

25. Dimas Bimo A.K.A Wyren - Oktober 24, 2007

Horeeeeeeeeeeeee… tahun ini jagoan gw menang semua 😀 😀

26. girifumi - Oktober 24, 2007

@24
Sejatinya pengganti The Flying Finn,Mika Hakkinen adalah Nick Heidfeld. Alasannya sederhana,masa mesin Jerman yang makai pembalap luar Jerman? Toh,Ron Dennis akhirnya memilih Kimi sebagai pengganti Mika. Soal Robot,itu bukan julukan bro.sudah ada mainannya ini dikarenakan bila menjawab pertanyaan wartawan relatif singkat.Yes,No Problem,Thank You.
benar-benar dingin.saat juara duniapun,tidak seheboh Schumi.Btw,Alonso lebih suka Kimi yang jadi juara dunia ketimbang Hamilton.Pasalnya,memang Lewis diberlakukan berlebihan ketimbang dia.dia mengucapkan selamat dengan legowo(apa lagi ini?)
Kimi dikenal bersih di trek,tidak grasa grusu (Indonesianya apa ya?) juga tidak main curang.cuman kelakuan di luar sirkuit yang agak menyebalkan.
Sempat senang lho pas partner dengan idolaku JPM.seperti duet Prost – Senna. cuman belakangan,gw tahu JPM kelewat maksain,mungkin kalo dia kalem kayak Kimi bisa lebih meraih poin. Williams bikin gw sebal,lebih mentingin Ralf ketimbang Monty.

27. bonadjalins - Oktober 24, 2007

Tulisan yang OK.. enjoy banget bacanya 🙂

Satu lagi, kedua team tersebut, Ferarri dan Ducati, keduanya didukung oleh sponsor utama yang sama. Yaitu Marlboro – Shell – Bridgestone. Bakal melejitlah nama ketiga brand tersebut didunia otomotif.

Mudah-mudahan keberhasilan para sponsor utama tersebut tidak malah mejadi hal yang negatif bagi kita semua.

28. THE ICE MAN - Oktober 24, 2007

HIDUP KIMI !!!!!!! POKOKNYA KIMI 4 EVER DEH! Emnk tuh Mclaren kelewat sombong jd deh FERRARI yg menanng!

29. anto - Oktober 25, 2007

@ 14
Bro maaf meralat…Sistem kerja klep DUCATI bukan pneumatic yang mengandalkan tekanan udara..tapi murni masih mekanis (mereka mnyebutnya Desmodromic). Jadi salah tuw kl di bilang sistem kerjanya sama kaya punya Suzuki/Kawasaki/ Yamaha..

Gw ga setuju Stonner di bilang menang krn lawannya sial.BUKAN!!! stonner menang karena manajemen kerja Timnya bagus,Motor kompetitif, dianya memang sangat potensial. Buktinya di teken Rossi di beberapa serie lalu bisa ngelawan dah gitu menang lagi, bukti ga peduli nama besar Rossi dan justru terlihat skillnya dah sama kaya Rossi, yg kurang cuma pengalaman aja..malah Rossi skr yg kaya anak keilangan permen…motornya kalah kenceng trus mewek, dah gitu selalu nyalahin kondisi teknis..yah gw maklum, Yamahanya juga kurang berkembang, bikin mentalnya Rossi juga drop, apalagi dah 2 tahun ini performanya memble, sama dia mungkin mulai merasa TUA, he..he..maklum lawannya anak2x kecil semua, tapi bawanya sangar2x…Sorry, gw bukan fans stonner, dulu gw juga Fans berat Rossi…tp akhir2x ini gw ngeliat Rossi jd kaya anak mama…dikit2x ngeluh, kok gitu ya Juara dunia beberapa kali????

BTW, Honda yg justru masih konvensional kok malah masih lebih kenceng dr Yamaha/Suzuki/Kawasaki yak di Motogp????

30. ilham - Oktober 25, 2007

@ 27. bonadjalins – Oktober 24, 2007
Jadi malu… Diposting dengan emosi dan terburu2. Sore ini baru sempat baca ulang dan nyempetin ngedit kata2 yg silap. Tnq atas tambahan infonya bro!!!

Btw, DDOC pada ke Sepang kemaren ya om?

31. girifumi - Oktober 25, 2007

@29
Menurutku Rossi bukanlah anak mama. dia hanya menyalahkan ban,dan memang ban Bridgestone berjaya.meski gelar pabrikan Jepang diambil kembali oleh Eropa,tapi kini ban Jepang yang berkuasa.
kalo anak mama mah Max Biaggi,nyalahin motor mulu.Yamaha disalahin terus Honda tim satelit,lalu Honda Repsol juga bikin ulah.
Ada gosip doi bakal come back ke MotoGP.kabarnya ke Honda Gresini. tapi HRC emoh.dia terlalu tua.meski memang ada dendam pribadi. ada kabarnya Ducati D’Antin.Jadi…D’Antin sebelumnya dikenal tim pembalap spanyol,sekarang pembalap eks WSBK atau pembalap yang sudah tua.

32. anto - Oktober 25, 2007

@29
Betul bro giri…Max biaggi menurut gw juga anak mama kok..malah dulu parahan dia, cm skr udah kagak tuw…di WSBK dia ga jerit2x kaya dulu tuw.
Nah kasus Rossi siy, dia baru mulai jadi kaya anak mama terutama tahun ini niy semenjak dia banyak di kangkangi sama pembalap lain. dan memang ban sangat berperan tapi sebenernya dia sendiri yg memang lagi drop..masalah ban juga sdh sering gw perhatikan sesama pemakai Michellin, sering dianya memble tapi pembalap lain yg pake ban sama justru malah bisa kedepan???So??? Berarti yg salah masih ban???
Gw bilang kaya anak mama, krn selama ini dia itu sudah “nyaman” jd ada problem dikit dia ngeluh…Liat aja diSepang kemaren..menurut salah satu tabloid, dia hampir ga ikut Qtt cuma karena Yamahanya kurang tenaga…wah…wah Untung aja teknisi pinter dan setting dikit performanya nambah dan asal tau aja, si Jeremy Burgess di kabarkan sudah bosan liat Rossi ngeluh terus Lo, apalagi keluhannya cuma seputar teknis. Makanya kita liat aja tahun depan..performanya sama si Jorge gimana.
Menurut gw memang selain mental, persaingan skr memang sdh jauh lbh rata..makanya “anak2x” Rookie Motogp skr selain cepat beradaptasi dengan motor, ban dan regulasi. dan sekali lagi..mereka ga peduli Rossi itu multitalent, multi champion dll..dll. Nah kondisi seperti ini yg Rossi dulu ga ngerasain waktu masih rookie….
Terakhir, menurut gw Rossi seharusnya sudah tidak di Yamaha, apalagi kl performanya masih kaya kemaren, gw jamin tahun depan dia akan makin start di belakang

33. bonadjalins - Oktober 26, 2007

@30 Ilham

Yup, beberapa anggota DDOCI kemaren pada ke Sepang. Seru juga. Ada laporan lengkap di blog ane di http://bonadjalins.wordpress.com mengenai trip ke Sepang.

34. takeshisg - Oktober 28, 2007

tahun depan yg bakal juara dunia itu jhon hopis dari kawasaki! gua setuju bangeut sama jhon pindah dari suzuki ke kawasaki dan gua juga setuju nanti kawasaki yg jadi terdepan dan suzuki menjadi juara dua kalau honda malas liatnya apalagi ducati amit2. hidup kawasaki dan suzuki yg lain menang di tampan aja:p:p peace

35. ilham - Oktober 29, 2007

@33. bonadjalins – Oktober 26, 2007
Minggu pagi kemaren ane sempet ngumpul di Senci, tapi bro Bona kyknya lom dateng…

Sepang, hehehehe
Sampe ketemu Stoner segala ya om… Mantap!!!

36. bonadjalins - Oktober 31, 2007

@35.

Ane dateng bro.. cuman memang rada telat.

Pas dateng, sebagian besar udah pas mau jalan. Yang tinggal cuman anak2 DDOCI…

Next time pasti kita ketemuan lah.. sport riders and bloggers unite!!! xixixixi

37. ADI - November 1, 2007

Ferrari Dan Ducati Sponsornya hampir sama semua
Brigestone, Shell, Marlboro, Alice, Sama2 italy, Acer, Sama2 merah, Sama2 kenceng, Sama2 mahal, ya boleh dibilang semuanya sama cuma beda motor sama mobil dan beda pembalapnya

Kira2 ducati diadu sama ferrari menang mana ya? ya adu trek lurus aja de di shanghai circuit to ga di landasan pacu pesawat
kan f1 pernah adu sama jet gantian f1 adu ma moto gp pasti seru

38. ilham - November 5, 2007

@ 37. ADI – November 1, 2007
Ferrari menggunakan kelistrikan Magnetti Marelli, ga tahu di MotoGP Ducati. Maaf belum cari tahu.

Setahu saya untuk harian, Ducati memproduksi sendiri bahkan untuk pabrikan lain komponen pengapian/kelistrikan seperti CDi dll u motor2 aprilia.

39. ilham - November 5, 2007

@ 32. anto – Oktober 25, 2007
Good point bro… Saatnya Rossi mengembalikan standar metal. Soal skill memang dia memang masih sgt2 hebat.

Gw jadi ingat Schumy di 2 tahun terakhirnya di F1. Kontras dengan Rossi. Benar bahwa mobilnya kalah kompetitif, tapi mental dan skill sama sekali ga drop. Bahkan kebesarn hatinya-lah yg ikut menyuntik semangat ke Kimi dan Ferrari. It’s not the end till it’s ended!!!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: