jump to navigation

Motodiary: Ride like the old time in Flores September 19, 2011

Posted by ilham in Dibuang Sayang :).
Tags:
trackback

Tidak pernah terpikir sebelumnya saya bisa berkunjung sekeping syurga di bumi Indonesia. Mungkin tidak secantik Pulau Dewata, Raja Ampat atau Bunaken. Tapi pernah singgah dan tinggal di Ngada, salah satu kabupaten di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, jelas pengalaman tak terlupakan.

Tulisan ini mungkin hanya menggambarkan sedikit saja nikmatnya hidup jauh dari hingar bingar Jakarta. Sebagai intermezzo dari kemacetan yang kita hadapi sehari-hari untuk menjalani realitas warga ibukota.

Anda bisa mengikuti perayaan demi perayaan sebagai bagian ritual budaya masyarakat setempat sepanjang tahun. Bisa juga cukup berkunjung ke kampung adat yang kira-kira berisikan bangunan-bangunan tradisional lengkap satu set untuk ritual, rumah adat dan perlengkapan tetua. Anda bisa menginap di kota Ngada yang dingin di tengah lembah. Atau naik ke kampung-kampung di dataran tinggi, jika tidak turun ke pesisir yang lebih hangat.

Bagi yang senang wisata laut, bisa berkunjung ke Taman Laut Nasional 17 Pulau Riung. Terumbu karang, pasir putih, pulau kelelawar dan banyak lagi pemandangan yang menarik. Jika beruntung anda bahkan bisa bertemu komodo khas Riung. Bukan komodo seperti yang terdapat di pulau komodo. Tapi komodo yang memiliki warna yang bisa berubah-ubah bak bunglong.

Ngada dapat ditempuh kira-kira 3 jam naik mobil dari Ende, tempat pembuangan Soekarno zaman revolusi. Sebelumnya silahkan naik pesawat dari Kupang ke Ende, tentu saja. Tiap hari ada satu kali penerbangan. Anda bisa juga naik pesawat langsung dari Kupang ke Bajawa (Ngada), tapi tidak bisa tiap hari. Maklum pesawat hanya jenis twinotter atau pesawat kecil sejenis, sementara tidak terlalu banyak penumpang yang mau langsung ke sana. Ende lebih ramai dn strategis, penerbangan juga lebih rutin.

Jalan dari Ende ke Ngada suprisingly bagus. Meskipun sempit jalan berkelok-kelok mendaki beraspal mulus. Jarang ada lubang, jembatan juga kokoh. Meskipun demikian, jalan dari Ngada ke kabupaten tetangga yang lain tidak sebagus itu. Jalan-jalan antar kecamatan juga rata-rata bagus, meskipun jalan masuk antar desa masih banyak yang masih terus diperbaiki.

Situasi jalan mungkin tidak mencengangkan. Sebagai kota yang dari dulu dipersiapakan Belanda sebagai tempat peristerahatan, wajarlah jalannya bagus. Juga sebagai kota tujuan wisata saat ini, mempertahankan kondisi jalan menjadi salah satu kunci. Saya membayangkan, seandainya Flores semaju Jawa, mungkin Ngada seperti Bandung atau minimal Bogor pada 20 tahun lalu.

Selama tinggal di sana, saya menggunakan motor bersama kawan-kawan saya untuk bepergian. Kebanyakan motor bebek. Ada juga matik dan motor batangan. Kalau kebetulan berpindah dari satu desa ke desa yang lain, baru sewa angkot.

Fenomena motor di sana masih sangat nyaman. Motor sedikit, tapi dipakai secara optimal. Satu rumah punya motor 1, dipakai sekeluarga. Keluarga di Ngada selalu berarti keluarga dari keluarga-keluarga. Anda bisa juga pakai ojek, tinggal bayar lumayan mahal. Maklum motor merupakan komoditi istimewa.

Sesekali saya keluar malam hanya untuk merasakan udara malam yang dingin. Minum kopi atau cari makan di luar. Di siang hari saya bekerja, jalan-jalan sambil bikin catatan-catatan kunjungan. Dengan motor yang sederhana, tanpa modifikasi tanpa embel-embel bling-bling, berkendara seperti the old time. Ketika motor, terasa seperti seharusnya πŸ˜€

Iklan

Komentar»

1. cafebiker - September 19, 2011

pertamax aman πŸ™‚

ilham - September 19, 2011

belum sempet edit atau baca ulang… bobo dulu ah πŸ˜€

2. absoluterevo - September 19, 2011

Pondium

3. to pick - September 20, 2011

ketika motor seperti seharusnya pada jaman dahulu, menikmati semilir angin dengan kecepatan 30-40 km, ga takut di klakson suruh cepet2, senyum kanan kiri, ah susah sekali untuk menikmati hal sepeerti itu di jakarta

4. jabul2 - September 20, 2011

Ketika motor, terasa seperti seharusnya
===
aseeemmm keren banget nih bahasa..

5. jabul2 - September 20, 2011

Ketika motor, terasa seperti seharusnya
Ketika motor, terasa seperti seharusnya
Ketika motor, terasa seperti seharusnya
Ketika motor, terasa seperti seharusnya

renungin dulu ah…..

ilham - September 20, 2011

Tnq bro. Senang bro jabul2 Dan bro To pic mengcapture kalimat ini… Suasananya lg cocok

6. shogun110tromol - September 20, 2011

motor yang di atas itu

Shogun FL125RCD ato RR yah :mrgreen:

upss…sori oot :mrgreen:

7. hahaji - September 20, 2011

Jadi pengen kesana bro
Dan menetap disana, jd tukang ojek gpp lah, kan masih mahal to ongkosnya
Hehehe

ilham - September 20, 2011

Bro, sebenarnya bukan soal tempatnya. Tp soal bagaimana kita semua para bikers merubah cara kita hidup πŸ™‚

Memang tdk gampang, tp juga tdk mustahil

8. sundawibawa - September 21, 2011

fungsi dari sebuah benda yang kadang sering kita lupa….

ilham - September 26, 2011

betul… ane juga sering lupa bro


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: