jump to navigation

JJ Polnaja Part 2: Belajar dari kisah sang Wind Rider Oktober 4, 2011

Posted by ilham in Biker, Kampanye, Turing.
trackback

Saya sebenarnya baru merampungkan separuh dari isi buku Wind Rider. Tapi entah mengapa saya sangat bersemangat untuk men-share kisahnya kepada kawan-kawan. Apalagi sebenarnya sudah hampir sebulan bacaan, jadi malah takut lupa. Dengan harapan ada pula teman-teman yang ikut menyumbang kepingan cerita yang tersisa 🙂

Buku ini seperti saya ulas dalam tulisan sebelumnya berkisah tentang perjalanan panjang Kang Jeffrey Polnaja berkeliling dunia. Ini bukanlah perjalanan glamour. Bukan juga kisah high profile layaknya turing keliling dunia Ewan dan Charley. Ini sebuah perjalanan untuk mengabarkan pesan perdamaian ke seleuruh dunia. Bahwa Indonesia cinta damai dan rakyatnya mengutuk konflik dan terorisme.

Walau baru baca separuh, segera saya merasakan kelebihan buku ini, dan TERUTAMA, keunggulan perjalanan bro JJ. Dari setiap kisah perjalanan di negara-negara yang dikunjungi, sangat terasa betul kebenaran suatu observasi umum bahwa jangan ada yang menganggap turing sebagai perjalanan biasa-biasa saja. Turing selalu merupakan perjalanan berisiko. Apalagi ke medan yang sama sekali belum pernah kita jelajahi, ke jalan yang belum pernah kita lewati. Tanpa persiapan memadai dan kematangan mental, kita mungkin tak kan pernah membaca kisah hebat Kang JJ.

Syahdan dalam sebuah perjalanan di kota Kamboja, misalnya, Kang JJ harus bisa memutar otak agar ia bisa terbebas dari colengan kelompok bersenjata. Di kepung sejumlah anak usia mudia yang belum lagi dewasa, bisa saja terjadi salah paham dan dorrrr!!! Bukankah mereka sama-sama tidak bisa saling komunikasi lewat bahasa mulut?

Polnaja harus dengan sangat hati-hati mengajak mereka berdamai dengan menawaran minum-minum dari botol cantik berisi minuman keras lokal. Dengan bahasa tarzan, akhirnya Ponaja bisa memperdaya mereka sekadar dengan alasan perlu cari bahan bakar.

Betapa ngilu rasanya mengetahui Kang JJ ditabrak mobil di tengah gurun tandus tanpa batas?  Orang yang entah mengapa seerti sengaja menabraknya tanpa alasan yang jelas. Lalu dalam luka dan rona, ia mencari pertolongan dan, lucunya, justru berakhir dengan menolong mobil mogok di tengah gurun yang penuh rampok dan pembunuh. Dengan skillnya membantu menyalakan mobil, sang supir akhirnya juga menolongnya keluar dari gurun dan derita-cederanya.

Lalu bagaimana tips menghadapi beruang raksasa di tengah hutan? Cara apa yang ditepuh menghindari terjangan peluru di antara gurun dan padang? Bandingkan pengalaman Anda dengan cara Kang JJ berurusan dengan perbatasan di tengah wilayah asing tanpa visa? Semua itu membuat saya merasa sangat kecil, namun bergairah. Bahwa manusia bisa hidup dalam cobaan, dan kreatif dalam ancaman. Bahwa kekuatan manusia bisa dibangunkan.

Tapi cerita bro Polnaja bukan hanya cerita bahaya. Di beberapa tepat juga banyak kisah lucu dan membahayakan. Tentang sambutan bikers-bikers di kota-kota di Asia dan Eropa. Tentang menjadi selebriti di kota-kota yang dikunjungi. Tentang bantuan yang diterima dari orang-orang yang kagum dan tersentuh oleh misi perjalanannya. Bahkan, tentang menjadi saksi dalam pernikahan kaum badui, dan makanan mereka yang luar biasa bedanya dengan selera Kang JJ :p

Apapun itu, menghadapi bahaya maupun pleasure. Dalam suka atau duka. Di kota atau belantara, Kang JJ selalu memberi kita tips-tipsnya. Di setiap akhir bab, anda bisa belajar apa yang harus disiapkan dan apa reaksi kita apabila berhadapan dengan situasi asing.

Kesan mendalam yang saya rasakan dari membaca buku ini, bahwa salah satu wakil kita telah sampai ke dunia global secara meyakinkan dan mengagumkan. Namun perjalanan itu sendiri bukanlah sesuatu yang gampang. layaknya setiap misi, penuh resiko dan kekuatan individual Kang JJ untuk mengatasinya.

Tapi tidak adil rasanya kalo terlalu banyak cerita kita umbar di sini. Tentu lebih afdol jika kawan-kawan membaca langsung dari bukunya. Karena apresiasi bisa saja berbeda, dan siapa tahu anda menemukanbutir-butir mutiara yang lebih berkilau dari apa yang sanggup saya lihat 🙂

Selamat membaca!!!

Iklan

Komentar»

1. oonk - Oktober 4, 2011

Aha
ridermatic.wordpress.com/

2. Ya2kzzz - Oktober 4, 2011
3. si oom - Oktober 5, 2011

perjalanannya udah seleai toh!?

4. zaqlutv - Oktober 5, 2011

luar biasa..

5. geo - Oktober 5, 2011

mantap……..

6. radityohari - Oktober 5, 2011

nyari ke gramedia ah…

7. asmarantaka - Oktober 5, 2011
8. steven sahardjo - Oktober 5, 2011

memang mengasyikkan bahasan tentang adventure rider..
info juga tentang advrider : http://morukai.blogspot.com/2011/10/adventure-rider.html

9. touringrider - Oktober 6, 2011

berapaan, beli dimana?

ilham - Oktober 7, 2011

ane beli waktu peluncuran. see the pic bo 🙂
kbetulan yg datang smua kerabat bikers pendukung JJ, juga belasan jurnalis…

harga sekitar 50-an. coba cari di gramedia atau toko buku sejenis

10. dwidhaswara - Oktober 6, 2011

mangstabs…..! Saya harus baca buku ini 😀

Jabat erat,
http://dwidhaswara.wordpress.com

11. ibanez_15 - Oktober 6, 2011

Udh adakah bukunya versi indonesia? Kemarin liat di gramedia Belum Ada

ilham - Oktober 7, 2011

terbit dalam bahasa bro. mgkn di beberapa gramedia udah abis stok awal

12. 46Goooo - Oktober 7, 2011

good job
ayo mas luangkan waktunya bikin artikel best seller macam stoner vs rossi.

ilham - Oktober 7, 2011

Jiaahhhh, nulis ga buka lapak bro 🙂 ga bs best seller hehehehehe
nanti kita lihat.

kalo temen2 senang diskusi, pasti ane tulis2 lg


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: