jump to navigation

Dunia motor Japan Domestic Market (JDM) kini Oktober 11, 2011

Posted by ilham in Sharing, Uncategorized.
trackback

Pengamatan bro Wendaka Lubis, salah seorang pengunjung setia Kafemotor terhadap perkembangan roda dua di negeri Jepang, rupanya menjawab segudang pertanyaan di benak saya tentang perkembangan pasar roda dua di sana.

Dalam kunjungan ke dua kota, salah satunya Osaka yang merupakan the big 3 kota besar di Jepang, saya misalnya tidak banyak menemukan orang bersepeda motor. Kebanyakan orang kini menggunakan mobil atau sarana transportasi massal untuk bepergian atau beraktivitas harian.

Bagi mereka yang berkantong lumayan, banyak jenis mobil tersedia. Dari yang paling anyar yang bisa dipakai sehari-hari, hingga mobil retro yang dipanasin keliling-keliling saat-saat akhir pekan. Tapi saat ini tampaknya mayoritas menggunakan fasilitas transport public. Ada train, bus atau kereta kencang.

Motor kini lebih banyak digunakan untuk operasional jarak dekat, atau usaha. Sebagian juga menggunakan untuk hobby, macam keluar jalan-jalan (bahasa kita rolling thunder), turing ataupun memacu adrenalin di sirkuit. Tidak heran jika, berbeda dengan situasi dunia roda dua di negeri kita yang terkesan jor-joran dengan produk baru, maka dunia motor Jepang kini jauh lebih kalem.

Rupanya perang antar pabrikan roda telah berakhir. Kini pindah ke negeri-negeri berkembang, sebagai kompensasi pasar yang telah jenuh di Jepang dan perubahan kultur transportasi di sana. Jika sebelumnya moped di bawah 50cc sangat dominan, kini saya hanya bisa menemukan sisa-sisa kejayaannya. Motor-motor besar juga mungkin banyak, tapi tak lagi ramai di jalan-jalan.

Kondisinya memang sudah jauh berubah. Sebagai sampel pada tahun 2008 penjualan motor hanya 520 ribu unit, atau hanya 1/6 dari masa keemasan di tahun 1981. Juga data penjualan motor pada tahun yang sama hanya 1/10 dibanding pasar mobil yang mencapai 5,08 juta unit. Kalau anda coba track data utakhir, bisa saja figur-nya akan lebih rendah lagi seiring trend selama ini.

Bagaimana itu terjadi, anda bisa membaca dalam tulisan bro Wendaka tentang dunia roda dua tepat kawan kita ini bekerja saat ini.

Note:

  • Special thanks untuk brader @NovriSusan yang kini menempuh kuliah S3 di Kyoto atas segala kebersamaan dan bantuan selama kami berada di negeri sakura
Iklan

Komentar»

1. win - Oktober 11, 2011

klo transportasi disana rata2 pake kereta listrik,klopun make sepeda ya sepeda gayung trus ditaruh distasiun klo bepergian jauh,bus disana kurang favorit karena rutenya muter2

2. extraordinaryperson - Oktober 11, 2011

wah….beda ya dengan disini

3. wendakalubis - Oktober 11, 2011

Mas Ilham pernah main ke Jepang toh. Lain kali kalau ke sini lagi mampir ke Shizuoka, Hamamatsu ya…

ilham - Oktober 11, 2011

Wow Hamamatsu… Markaz besar tuh :D.
thanks bro, smoga ada kesempatan lagi ke sana

4. asmarantaka - Oktober 11, 2011

selain itu BBM juga berpengaruh dehh..mahallnya gak ketulungan di jepang sono BBM nya
http://asmarantaka.wordpress.com/2011/10/11/yamaha-byson-fz16-paling-horor-seantero-jagat/

5. penggemar ninja - Oktober 11, 2011

andai di sini transportasi masal bisa kyk sono, jamin orang juga pengen naik, selain nyaman, murah dan ngak capek, tinggal tidur …nyampe..

klo sini, selain masih mahal, rutenya juga blm bisa sampe pelosok2 dan juga klo ditinggal tidur, dompet tas melayang…kkkkk

kapan..yach jakarta bisa sepi dari macet..:)

Piss

kismin - Oktober 11, 2011

kok masih macet-macetan bro, belum jadi pejabat ya!!

6. temonsoejadi - Oktober 11, 2011
7. Red Bikerz - Oktober 12, 2011

ah kapan ya Indonesia MRT nya bs kayak di jepang?

8. temonsoejadi - Oktober 12, 2011
9. pedal2themetal - Oktober 13, 2011

Dulu ada orang sini bawa motor yang terakhir (Honda Giro + Canopy). Entah buat apa…jadi pengantar Pizza?

Yang jelas, menurut saya motor JDM paling keren dari Jepang adalah Honda Stream sama Motra, lucu-lucu 😆

ilham - Oktober 13, 2011

Saya lihat di sana motor dr awal dbuat u serve pd fungsi2 sehingga variasi bs lbh byk. Kalo disini yg diangkat motor tampang atau performa, baru dimodif kalo ada kebutuhan khusus. Ini beda filosofi dan punya byk implikasi pd produk yg dhasilkan dan metode kampanye pabrikan.

10. gugun - Oktober 16, 2011

indonesia sudah mulai terinfeksi virus Jap’s stile
mulai menjamur clup JDM
nilai tukar yen di japan emg tinggi mangkanya segala nya mahal
tokyo menduduki peringkat 1 kebutuhan hidup termahal di dunia
dan osaka yg menempati posisi ke 2
yg jelas orang sana ke sini happy
orang sini kesana pusing mengirit kebutuhan se minim minim nya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: